8 Bandara Masuk Proyek Strategis Pemerintah Jokowi, dari Kertajati hingga Kulonprogo

JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo pada tahun ini berfokus membangun daerah mulai dari pinggiran melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui nawacita 7. Dalam bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk membangun aksesbilitas antar daerah di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan khusus untuk perhubungan udara, pihaknya berfokus untuk membangun bandar udara (bandara) untuk memacu ekonomi daerah. Setidaknya ada sekitar delapan bandara yang tengah dibangun baik yang baru maupun yang hanya revitalisasi.

“Selain itu kita mengincar nawacita ke 7 presiden Jokowi. Dalam hal ini kami membangun bandar udara yang menjadi pemacu ekonomi,” ujarnya dalam pressconfrence di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Adapun ke delapan bandara tersebut meliputi, bandara Kertajati yang berada di Majalengka, Jawa Barat. Untuk bandara Kertajati ini, ditargetkan bisa selesai dan beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

“Kertajati akan bisa beroperasi tahun 2018. Bandara ini berada di Majalengka Jawa barat,” jelasnya.

Selanjutnya ada Bandara Kulonprogo yang terletak di Yogyakarta. Untuk bandara ini, saat ini sedang dalam tahap pembangunan fisiknya.

Yang ketiga ada bandara Ahmad Yani di Semarang. Untuk bandara ini merupakan revitalisasi dari bandara yang sudah ada.

“Ada Kulon Progo Januari tahun ini groundbreaking dimulai sekarang sedang pengerjaan bangunan fisiknya. Kemudian Ahmad Yani Semarang. Kalau ini revitalisasi untuk membangun terminal yang sebelah selatan itu kan sudah desak-desakan. Sekarang dibangun sebelah utara ,” jelasnya.

Tak hanya di pulau Jawa, di luar pun ada beberapa bandara baru dan revitalisasi yang akan dibangun. Seperti Bandara Sultan Babullah di Ternate.

Kemudian dipulau Sumatera yakni Bandara Raden Inten di Lampung yang akan direvitalisasi. Bandara ini sengaja direvitalisasi karena dinilai memiliki potensi peningkatan penumpang yang sangat luar biasa.

“Di pinggiran sana juga membuat revitalisasi Bandara di Ternate yakni sultan Babullah. Kemudian Raden Inten Lampung,” kata Agus.

Sementara di pulau Kalimantan ada Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Syamsudin Noor di Banjarmasin dan Bandara Sebatik di Kalimantan Utara. Pembangunan bandara ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi agar tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya.

“Merevitalisasi bandar udara yang sudah ada kita sedang kembangkan agar tidak kalah dengan Lampung untuk memacu pertumbuhan ekonomi di ibukota provinsi,” jelasnya.

(rzk)