Bandara Kertajati Beres, Penguasaan Bahasa Inggris Mutlak

KUNINGAN, (PR).- Kehadiran Bandara Udara Internasional di Kertajati, Kabupaten Majalengka, kelak sangat berpeluang membuka ruang gerak banyak warga negara asing berdatangan ke Kabupaten Kuningan. Misalnya, kalangan wisatawan pemburu dan penikmat destinasi wisata alam atau mereka yang berkepentingan dengan Kuningan dalam sektor industri dan perdagangan.

Hal itu sangat dimungkinkan, mengingat wlayah Kabupaten Kuningan terutama di sekitar Gunung Ciremai sangat kaya destinasi wisata alam berpotensi menarik turus asing. Selain itu posisi wilayah Kuningan berbatasan langsung dengan Majalengka, sehingga bisa dengan mudah dan cepat terjangkau dari bandara tersebut. 

Terkait hal itu, salah seorang pakar pendidikan yang juga Ketua Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia, Bahrul Hayat, menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan agar meningkatkan pendidikan bahasa inggris kepada anak-anak didik di daerahnya. Saran tersebut disampaikan Bahrul Hayat, yang hadir sebagai salah satu pemateri dalam acara Rembuk Daerah Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Tahun 2017 di aula Hotel Horison Tirta Sanita, kawasan sangkanurip Kabupaten Kuningan, Senin 3 April 2017.

“Bekali siswa dengan kompetensi lokal dan global. Jangan terjebak muatan lokal saja, tetapi muatan lokal dan global. Kalau hanya lokal, bagaimana pun nanti tetap orang Philipina (warga negara asing) datang ke Kuningan. Bahasa Inggrisnya bagus mereka,” katanya.

Di era globalisasi, materi pendidikan muatan lokal kepada anak-anak didik pun, menurutnya harus dipilih dan diterapkan yang sekiranya diperlukan baik untuk sektor industri dan perdagangan maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya di pemerintahan. “Itu yang saya sebut dengan muatan lokal global konten. Jadi jangan lokal konten saja. Kemampuan bahasa Inggris masyarakat di Kuningan itu mutlak kalau sudah ada Bandara,” katanya. 

Untuk itu dia menyarankan, porsi pendidikan bahasa inggris terhadap anak-anak didik di berbagai tingkatan sekolah di Kuningan ditambah. “Kalau perlu ada ekstra, Kuningan menjadi kabupaten berbahasa Inggris. Seluruh sekolah dasar, menengah di Kuningan wajib menggunakan bahasa Inggris. Itu tidak mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Rembuk Daerah Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan itu, digelar pemda Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan dan dibuka langsung oleh Bupati Kuningan Acep Purnama. Acara itu berlangsung sehari diikuti ratusan peserta, di antaranya para kepala sekolah, penyelenggara, dan kalangan praktisi dunia pendidikan di Kuningan. 

Selain Bahrul Hayat, pemateri lainnya yang hadir memenuhi undangan dan memberikan sumbangsih pemikiranya pada acara itu, ada Rektor ITB Kadarsah Suryadi, Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, dan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Barat Toto Santosa. Setelah mendapatkan paparan materi dari para pemateri tersebut, rembuk daerah itu dilanjutkan dengan diskusi peserta dibagi dalam beberaa kelompok komisi materi bahasan, didampingi para praktisi dunia pendidikan di antaranya Didik Harjadi (Rektor Universitas Kuningan), Kuswandi A Marfu, KA Ade Saputra, Halil Arisbaya, dan Uhar Suharsaputra. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dian rahmat Yanuar menyebutkan, rembuk daerah itu merupakan strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Kuningan melibatkan semua pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama menterjemahkan tiga faktor penting. Ketiga fakta penting itu, menurut dia yakni kualitas, aksebilitas dan relevansi pendidikan dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Kuningan.

Rembuk daerah itu, tuturnya, diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertayaaan kritis tentang permasalahan pendidikan yang dihadapi dan memberikan rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam upaya penyelesaian masalah pendidikan. Selain itu juga dapat memperkuat komitmen para pihak untuk melaksanakan strategi perubahan di bidang pendidikan di Kabupaten Kuningan.***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2017/04/03/bandara-kertajati-beres-penguasaan-bahasa-inggris-mutlak-397993 (4 April 2017 / 9.32 WIB)