Bandara Kertajati (yang) Jadi Tumpuan Keluarga

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkali-kali menyebut, bahwa kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akan berdampak positif pada kehidupan sosial warga setempat. PT BIJB selaku pelaksana pembangunan bandara pun berkomitmen untuk berdayakan masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga lokal saat akan hadirnya Bandara Kertajati.‎

“Pembangunan SDM hari demi hari dipenuhi dengan baik sebagai sebuah persyaratan hadinya bandara. Ini tenaga lokal terdekat dengan bandara dan ini kebanyakan berasal dari Majalengka. Ini komitmen. Kalau ada rekrutmen dan pelatihan kewirausahaan biar ga ada kerugian sosial yang ada keuntungan bersama-sama. SDM apapun dahulukan masyarakat setempat khususnya Majalengka. Kita akan laksanakan. Ini dilakukan agar kita semua mampu berkomitmen dan kehadiran BIJB dinikmati semua pihak. Yang menikmati harus utama masyarakat Majalengka,” ungkap Ahmad Heryawan dalam sambutannya saat menghadiri penutupan pendidikan dan pelatihan (Diklat), tenaga Aviation Security (Avsec), PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di terminal utama penumpang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Sabtu 30 Desember 2017.


Usai dilantik, Rona bahagia terpancar jelas dari raut wajah Agung Setiawan (19). Asanya menggebu-gebu. Sebagai satu dari ribuan orang yang berminat menjadi petugas Avsec, satu namanya tersisipkan bersama 41 orang Avsec lain. ‎ Agung ingat betul bagaimana rumahnya di Desa Cintakarya lenyap karena terdampak dari hadirnya Bandara Kertajati. Bukannya menyalahi keadaan, Agung harus berpikir sebaliknya. Keadaan yang lebih baiklah yang harus ‎dibuat dengan lebih baik. Dirinya yakin Bandara Kertajati mentransformasi Majalengka termasuk keluarga kecilnya.

“Saya merupakan warga yang terdampak. Dari situ motivasi saya besar bagaimana caranya ke depan saya yang asli dari Kertajati tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ucap pria kelahiran 13 April 1998.

Dia mendengar PT BIJB selalu menggaungkan bahwa warga Majalengka terutama yang terdampak atas hadirnya bandara akan diprioritaskan. Saat itu Agung meminta restu agar perjalanannya menjadi petugas Avsec berjalan lancar pada dua orang tuanya, Hasanudin dan Tarni. “Saya ingin merubah keadaan keluarga saya. Bapak saya hanya seorang petani. Sedangkan ibu saya tidak bekerja. Makannya keinginan saya bekerja di Bandara sangat
besar,” imbuhnya.

Bak pepatah. Proses tidak akan mengkhianati hasil. Seluruh ikhtiar yang dijalani dan kekuatan doa
mengantarkannya pada gerbang kelulusan Avsec di STPI Curug selama satu bulan lamanya. “Hari ini saya
dilantik, tentu setelah pelantikan ini saya mau banget untuk bisa bekerja di Bandara Kertajati. Semoga dengan hadirnya BIJB, bandara, Majalengka dan seluruh warganya bisa terangkat,” tuturnya yang dengan bangga usai disematkan nametag oleh Gubernur Jabar sebagai simbol kelulusan.

Yang cukup menyayat hati terucap dari peserta lainnya, Dede Tarifudin. Perjuangan untuk menjadi Avsec BIJB tak lama lagi terwujud. Pria kelahiran Majalengka 30 Agustus 1996 silam tersebut menjadi orang yang beruntung bisa menapakan kaki sampai tahap akhir dalam diklat Avsec yang digagas PT BIJB dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

Dede ingin memutus mata rantai garis kemisikinan keluarganya. “Saya ingin buktikan diri bahwa tidak selamanya keluarga saya seperti ini,” ungkapnya. Selama ini kedua orang tuanya hidup serba kekuarangan. Mata pencahariannya mengandalkan dari bertani. Tidak bisa lebih. Karena kedua orang tuanya tidak bisa baca tulis.

Dasar inilah keinginan Dede pupus karena ketika pelatikan tidak dihadiri kedua orang tuanya. Alibi kedua orang tuanya hanya karena khawatir bikin malu. “Kedua orang tua saya tidak hadir katanya malu mereka tidak sekolah. dia pikir tidak mau memalukan anaknya sndiri. Saya juga ingin ajak mereka ke sini tapi alasannya mereka tidak bisa tulis dan baca,” imbuh Dede.

Seteleh memegang lisensi Avsec basic, Dede ingin membuktikan bahwa kehadiran Bandara Kertajati akan membawa dampak positif buat warga setempat dan akan mentransformasi wajah Majalengka yang dulunya tertinggal dan kini maju. “Saya yakin warga Majalengka juga bangga dengan adanya BIJB, karena yang tadinya orang tidak tahu Majalengka sekarang jadi tahu Majalengka,” tutup Dede dengan wajah berkaca-kaca.