BIJB Dapat Suntikan Dana dari 7 Bank Syariah

BANDUNG. Tantangan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) untuk mendapatkan pembiayaan dari pinjaman bank telah dilewati. Sebanyak 7 bank yang tergabung dalam sindikasi perbankan syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan sebesar 906 Miliar Rupiah. Ke 7 bank tersebut adalah: Bank Jateng Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalbar Syariah, Bank Sulbar Syariah, Bank Jambi Syariah dan Bank Kalsel Syariah.

Bertempat di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung. Penandatanganan Akad Pembiayaan Bandarudara Internasional Jawa Barat antara PT BIJB dengan Sindikasi Perbankan Syariah dilaksanakan.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dewan Direksi PT BIJB dan Dewan Komisaris PT BIJB. Sementara dari pihak perbankan syariah dihadiri oleh perwakilan masing-masing.

“Saya semakin yakin bahwa bisnis ini akan mampu berjalan dengan baik dan menguntungkan ketika bank syariah ikut serta dalam proses pembiayaannya,” ujar Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Ahmad Heryawan juga mengatakan, bandara Kertajati akan menjadi bandara tebesar kedua setelah Cengkareng.

“Prediksinya akan ada tujuh ribu orang atau penumpang setiap hari, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi salah satu bandara untuk keberangkatan jamaah haji ke depannya,” ujar Aher. Menurut Aher, Pemprov Jabar siap membantu jika ada masalah pembayaran ke depannya.

Sementara Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra menuturkan, adanya pembiayaan untuk pembangunan Bandarudara Internasional Jawa Barat ini merupakan sebuah langkah besar. Pemprov Jabar yang dapat memastikan bahwa BIJB dapat beroperasi sesuai dengan target yaitu pada Q1 tahun 2018.

“Ini hari bersejarah, setelah banyak dinamika, kami tanda tangani akad pembiayaan syariah yang sudah lebih dulu memberikan Rp 906 miliar dari 7 bank syariah bank di Indonesia. Alhamdulillah sindikasi ini memberikan kepercayaan buat kami. Ini kabar gembira untuk kita semua sehingga PT BIJB bisa menjadi solusi kepadatan bandara di Indonesia dan jadi gerbang dunia, dan ini tidak berlebihan jadi pintu  gerbang bisnis terbaik, Jabar penduduk terbesar miliki bandara representasi,” ujar dia.

Dengan adanya pembiayaan untuk pembangunan Bandarudara Internasional Jawa Barat ini merupakan sebuah langkah besar dari PT BIJB dan Pemprov Jabar yang dapat memastikan bahwa BIJB dapat beroperasi sesuai dengan target yaitu pada Q1 tahun 2018.

PT BIJB yang merupakan BUMD bentukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai dengan tugasnya yang tertuang dalam Perda Nomor 22 Tahun 2013 untuk mengelola, membangun, dan mengembangkan Bandarudara Internasional Jawa Barat beserta kawasan Aerocity. PT BIJB berharap untuk kedepannya dapat terus berkarya dan memohon dukungan dari segenap masyarakat agar impian untuk mewujudkan Bandarudara Internasional kebanggaan rakyat Jawa Barat yang direncanakan akan beroperasi pada Q1 tahun 2018 dapat tercapai. (PT BIJB)