BIJB jadi Momentum Indonesia Masuk ICAO

Metrotvnews.com, Bandung: Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, diharapkan dapat menghapus citra buruk industri penerbangan Indonesia di mata internasional. Terlebih saat ini Indonesia masih masuk dalam kategori II dalam hal keselamatan penumpang.

Oleh karenanya, Indonesia belum bisa menjadi anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO). Industri penerbangan Tanah Air kalah dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya.

Menurut Chairman Air Power Centre of Indonesia (APCI), Koesnadi Kardi, pembangunan BIJB Kertajati akan menjadi peluang Indonesia untuk lebih membenahi pelayanan di dunia penerbangan. BIJB, lanjut dia, dibangun dengan desain aerotropolis berkonsep bisnis. Desain itu bisa menyikapi perkembangan dunia transportasi udara yang mulai berkembang sangat cepat.

“Penerbangan kita saat ini masih di bawah beberapa negara ASEAN, bahkan di bawah Brunei Darulsalam dan Singapura yang secara geografis kita lebih luas dibandingkan mereka,” ujar Koesnadi saat menyampaikan sambutan di acara “Seminar Pembangunan Bandara Internasiona Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan konsep Aerotropolis Business” di Bandung, Kamis (3/12/2015).

Sementara, Staf Ahli Gubernur Jabar Bidang Pembangunan, Dicky Saromi mengklaim BIJB Kertajati bisa mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Khususnya, persoalan penampungan jumlah penumpang.

“Kertajati juga nanti akan menjadi pilhan terbaik bagi masyarakat. Terutama yang ada di Jawa Barat, khususnya Bandung. Jika harus berangkat menggunakan pesawat, otomatis tidak membutuhkan waklu lama untuk menuju bandara. Karena jarak kalau dari Bandung bisa ditempuh 1,5 jam dengan jarak kurang lebih 50 kilometer ke Majalengka,” imbuh Dicky.
SAN

Sumber: http://jabar.metrotvnews.com/read/2015/12/03/197247/bijb-jadi-momentum-indonesia-masuk-icao (6 Desember 2015 / 10.21 WIB)