BIJB Kertajati Siap Jadi Embarkasi Haji 2018

BANDUNG—PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB)  memastikan kesiapan menjadikan Bandara Kertajati, Majalengka sebagai embarkasi haji pada 2018 mendatang.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan target pemerintah agar bandara tersebut bisa melayani penerbangan haji dan umroh mulai tahun depan sudah masuk dalam rencana pengembangan dan operasional bandara yang akan diresmikan pada kuartal I 2018 tersebut.

 “Kami sudah memiliki rencana pengembangan fasilitas haji dan pendukung embarkasi haji. Namun harapannya Menteri Agama  yang menetapkan BIJB sebagai salah satu embarkasi haji 2018,” katanya dalam acara press conference terkait kesiapan BIJB sebagai embarkasi haji tahun 2018 di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat (15/9/2017).

Penunjukan Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji dinilai korporasi dilandasi alasan dan fakta yang tepat. Dari data Kementerian Agama, Jawa Barat setiap tahun tercatat sebagai provinsi dengan jumlah jamaah haji paling banyak. Selain itu juga menjadi provinsi dengan jumlah embarkasi haji dan umrah terbanyak di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang. “Tahun ini saja Jawa Barat mendapat kuota haji hampir 40.000 orang, 2016 lalu 30.000,” paparnya.

Dari rencana induk yang sudah disusun pihaknya, BIJB rencananya akan menjadi bandara terbaik untuk halal traveler dengan mengantongi sertifikat kiblat, dukungan Disparbud, dan fasilitas pelayanan haji. “BIJB juga akan memiliki fasilitas lengkap yang menunjang embarkasi haji seperti rencana adanya 15 mushola dengan luasan 142 meter persegi,” katanya.

Kesiapan menjadi embarkasi haji juga seiring dengan makin signifikannya progress pembangunan bandara yang berdiri di atas lahan 1800 hektar tersebut. Dimana untuk sisi udara pembangunan runway I sepanjang 3000 meter sudah selesai. “Saat ini sedang dalam proses perpanjangan runway I sepanjang 3500 meter,” tuturnya.

Sedangkan untuk pekerjaan sisi darat yang terbagi dalam 3 paket pekerjaan hingga September ini sudah total mencapai 59,3948%. Korporasi menargetkan dari kemajuan ini bandara tersebut direncanakan selesai pada Desember 2017.

 “Setelah mengantongi sertifikat operasi bandar udara CASR 139, dan pelayanan navigasi CASR 172 lalu mengeluarkan publikasi global pada ICIAO bahwa bandara ini siap beroperasi, kami menargetkan bandara ini siap dibuka pada Februari 2018,” paparnya.

Bandara Kertajati adalah gerbang diharapkan bisa melayani pesawat berbadan lebar,dengan kapasitas 121.000m2 terminal penumpang dan 90.000 m2 untuk terminal kargo.

Kepemilikan Saham

Kinerja perusahaan makin bergairah usai merampungkan kesepakatan PT BIJB masuknya pemegang saham baru dalam komposisi kepemilikan BUMD PT BIJB yakni PT Angkasa Pura II dan Danareksa lewat mekanisme pelepasan reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Kesepakatan antara PT BIJB, PT Angkasa Pura II, dan Danareksa sendiri resmi diteken oleh direktur utama masing-masing pada Selasa (12/9/2017) di Jakarta disaksikan Menko Maritim Luhut B Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya S dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan serta Bupati Majalengka Sutrisno.

Dengan masuknya pemilik saham baru ini menurut Virda maka komposisi kepemilikan pun ikut berubah meski besaran Pemprov Jawa Barat tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan minimal kepemilikan saham sebesar 51%. “Dari PT Jasa Sarana, Angkasa Pura Ii dan RDPT itu maksimal 49%,,” ujarnya.

Dana yang diraih dari sisi ekuitas sebesar 70% ini melengkapi pinjaman dari sindikasi 7 bank syariah yang dipimpin Bank Jateng Syariah sebesar Rp 936 miliar sudah menutupi kebutuhan dana proyek sebesar Rp2,606 triliun. “Lewat dukungan para pihak ini adalah proyek pembangunan bandara pertama di Indonesia yang memakai skema public partnership,” tuturnya.