BIJB Mulai Normalisasi Saluran Air Situ Jawura

Langkah konkret ditunjukan langsung PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pelaksana pembangunan proyek bandara di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Banjir yang menggenanangi area pesawahan dan infrastruktur jalan, ditindaklanjuti dengan melakukan normalisasi saluran Situ Jawura yang ada di Kecamatan Kertajati.

Kepala Bidang Humas dan Umum Unit Manajemen Proyek (UMP) PT BIJB Rizkita Tjahjono Widodo mengatakan, normalisasi Situ Jawura dilakukan selama sepekan ke depan. Titik perbaikan di bagian hulu ini dimaksudkan untuk memperlancar air yang selama ini tersendat karena tidak berfungsinya drainase.

“Perbaikan (normalisasi) sekarang sedang dilakukan karena ternyata jalur air di situ terkendala dengan adanya gorong-gorong yang mampet. Kita target pengerjaan di sini satu minggu ke depan,” kata pria yang akrab disapa Dodo ini, saat ditemui di lokasi perbaikan, Senin 11 November 2017.

Dodo menambahkan, meluapnya air di beberapa titik tersebut memang disebabkan tidak dapat menampungnya debit air dari induk Sungai Cibolerang menuju Situ Jawura. Ini disebabkan adanya curah hujan tinggi. Hasil kajian bersama Dinas SDA Provinsi Jabar hujan yang terjadi belakangan ini tak cukup menampung volume air.

Misalnya hujan pada 16 November lalu, hujan deras mengguyur lima jam dengan intensitas 116 mm. Derasnya air dengan kapasitas 15 m3/detik membuat beban Situ Jawura tidak terkendali. Padahal biasanya hujan yang mengguyur tidak lebih dari intensitas 100 mm.

“Biasanya hujan ada diintensitas 60 mm. Tapi sekarang bisa sampai 100 mm lebih sehingga pengerjaan ini dilakukan terkait mengenai beberapa hari yang lalu dimana air meluap dan menyebabkan genangi wilayah pertanian,” ucap Dodo.

“Beberapa hal yang sudah kami lakukan terkait ini yang pertama adalah melakukan penyodetan dari situ Jaura menuju Cimanueh,” ujarnya menambahkan.

Perbaikan bersifat darurat atau penanganan jangka pendek ini dilakukan agar aliran air bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Perbaikan saluran ini harapannya, air hujan bisa dengan lancar tanpa menyebabkan ekses negatif yang bermuara menuju Situ Cimaneuh.

“Jadi ini dilakukan agar air yang ada disitu cijaura terbagi secara merata.
Perbaikan sekarang sedang dilakukan karena ternyata jalur air di situ Cimaneuh juga terkendala adanya gorong-gorong yang mampet,” ungkap Dodo.

Adapun jangka panjang sebagai mana komitmen PT BIJB mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar, penyodetan air dari Sungai Cibolerang menuju Sungai Ciduwet segera dilakukan. Penyodetan yang bakal dilakukan Pemprov Jabar ini akan disesuaikan dengan pembangunan saluran lahan yang sudah dibebaskan.

Langkah lain, PT BIJB juga akan membuat kolam penampungan air di sekitaran bandara. Beberapa langkah itu tentu harapannya apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat bisa teratasi dengan baik. PT BIJB juga menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Majalengka yang merasakan ekses dari pembangunan bandara.

“Pada dasarnya masalah banjir ini ada beberapa kondisi yang menyebabkan tidak hanya disebabkan bandara, tapi adanya curah hujan tinggi dan terjadi penyumbatan di jalur air dan harus dilakukan penanganan dengan integrasi seperti PSDA, BBWS, dan pihak terkait harus solid,” tuturnya.

“Tapi dengan dan apa yang kami lakukan bisa menjadi solusi dengan apa yang terjadi kemarin,” tutup Dodo. / HUMAS