BIJB-PLN Teken Kerja Sama Jual Beli Listrik Bandara Kertajati

Bisnis.com, BANDUNG–PT PLN dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan kapasitas 15 MVA di Hotel Papandayan, Bandung.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan melalui penandatanganan SPBTL ini, diharapkan proses penyambungan tenaga listrik yang akan menopang perkembangan Bandara Kertajati di wilayah Majalengka Jawa Barat dapat lebih cepat terlaksana.

“Setelah sekian lama negosiasi akhirnya ini terlaksana,” katanya, Kamis (30/3/2017).

Untuk mempersiapkan penyaluran tenaga listrik dengan kapasitas tersebut, PT BIJB dan PT PLN telah melakukan pembahasan sejak 2015 untuk menjamin kesiapan pasokan sekaligus membuat perkiraan pertumbuhan pemakaian tenaga listrik di wilayah Bandara Kertajati.

“Kita sama-sama berharap bahwa kerjasama ini akan berkesinambungan bersama-sama membangun dan mengakselerasi pengembangan Bandara,” ujarnya.

Pengembangan Bandara Kertajati di wilayah Jawa Barat ini bagi PLN merupakan suatu potensi sekaligus peluang untuk menunjang pertumbuhan perekonomian dan memacu perkembangan kawasan industri baru di wilayah Sumedang, Majalengka, Subang serta wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Diharapkan setelah Penandatanganan SPJBTL ini, proses penyambungan tenaga listrik dapat dilakukan setelah pembangunan gardu induk, penarikan jaringan dan proses lainnya untuk mengakselerasi pengembangan Bandara Kertajati Majalengka.

“Target kami Juni 2017 ini PLN sudah comissioning di bandara,” katanya.

Manajer PLN Area Sumedang Ririn Rachmawardini yang mewakili PT PLN (Persero) dalam perjanjian tersebut mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan kawasan BlJB.

“Kami siap memberikan pelayanan terbaik mengingat kebutuhan listrik bagi wilayah yang potensial seperti ini, menjadi sesuatu yang sangat menentukan, ungkapnya.

Dalam menunjang pembangunan sistem kelistrikan di Bandarudara nternasional Jawa Barat PLN berinvestasi dalam bentuk sarana dan prasarana kelistrikan, salah satunya penarikan jaringan untuk 3 (tiga) feeder kabel dari GI Cikedung, Indramayu, sejauh 37 KM.

Sementara Pembangunan Gardu Induk Kadipaten Baru yang sekarang sudah mencapai progres 49% dan ditargetkan selesai di bulan Oktober 2017 akan dipriorita untuk bisa segera menambah pasokan kelistrikan di kawasan Bandarudara Internasional Jawa Barat.

“Kita upayakan keandalan listrik bagi bandara dan wilayah sekitarnya akan terjaga dengan baik, harapan infrastruktur kelistrikan di wilayah ini dapat menunjang pengembangan industri baru di wilayah Jawa Barat bagian timur” ujar Ririn.