Daerah di Jabar Akan Terakselerasi Hadirnya Bandara Kertajati

Beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, bukan saja menguntungkan pertumbuhan di kawasan tersebut, tapi juga daerah-daerah yang  di sekitarnya. Akselerasi peningkatan pertumbuhan ekonomi secara pesat akan tercipta asalkan bisa melihat potensi peluang yang ada.

Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi kesiapan operasional Bandara Kertajati, yang dihadiri 17 kabupaten/kota wilayah I Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Jawa Barat dengan menghadirkan Seketaris Daerah masing-masing atau yang mewakili.‎ Sosialisasi digelar di Hotel Luxton, Jalan Tuparev, Kota Cirebon, Kamis (16/11) sore. Dalam acara tersebut dikupas bagaimana prospek bandara berlevel internasional dan peranannya terhadap pengembangan, investasi, bisnis dan pariwisata Provinsi Jawa Barat.

“Bagi Subang sangat diuntungkan kehadiran bandara ini karena memang Subang yang letanya sangat strategis. ke Bandara Kertajati kita mungkin hanya setengah jam saja,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Abdurrahman. Asumsi tersebut dihitung dari perjalanan Subang menuju Majalengka via Tol Cikopo – Palimanan (Cipali).

Infrastruktur baru juga menurutnya akan berada di Kabupaten Subang, dengan hadirnya Pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini menjadi solusi pusat logistik pemacah kepadatan di Tanjung Priuk. Dua proyek strategis pemerintah tersebut kata dia, diyakini akan berdampak besar pada kemajuan industri, ekonomi, dan pariwisata. Apalagi kehadiran Patimban dan Bandara Kertajati berada dalam garis lurus dalam artian secara geografis berdekatan.

“Ini akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia yaitu Patimban. Aksesnya dari Kertajati ke Patimban akan melalui tol. Otomatis dengan dua proyek strategis nasional Subang akan cepat berkembang. Jadi ini sangat mendukung sekali untuk dioperasionalkamn. Insya Allah pengaruhnya terhadap Subang akan pesat sekali. Jadi enggak usah ke Jakarta dan Bandung (bandara) yang sudah crowded,” ungkap Abdurrahman.

Dari potensi pariwisata, lanjut dia, Kabupaten Subang juga diyakininya akan semakin bergairah. Potensi Tangkuban Parahu dan Pemandian air panas Sariater akan lebih dikenal luas baik wisata domestik maupun mancanegara. Sebab Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan lebih dari 45 juta kunjungan wisata pada 2017 ini.  “Jadi Subang bisa lebih dikenal dengan kehadiran bandara ini pastinya,” imbuh Abdurrahman.

Dalam sosialisasi tersebut, seluruh peserta berkesempatan melihat langsung progres Bandara Kertajati. Mereka melihat langsung dari dekat kesiapan terminal dan runway sepanjang 2.500 meter yang sudah 99 persen rampung. Runway ini nantinya akan ultimate sampai 3.500 meter. Abdurahman mengaku, optmis jika bandara senilai Rp 2,6 Triliun tersebut bisa beroperasi sesuai target yakni pada pertengahan 2018. Adapun pengerjaan fisik akan beres pada awal 2018 ini.

“Optimis bisa beroperasi karena runwaynya selesai. terminal juga tinggal atap. kalau dikerjakan serius maka target akan tercapai pula,” jelas Abdurrahman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Mohammad Yani mengatakan, Cimahi yang secara geografis tidak sedekat Subang menuju Majalengka tetap meyakini, bahwa kehadiran Bandara Kertajati tetap bisa mendongkrak potensi daerah yang dimilikinya. Keyakinan itu melihat dalam rencana pembangunan ke depan bahwa kereta cepat Jakarta – Bandung akan terhubung langsung dengan Kertajati. Seperti diketahui, kereta cepat yang dibangunan PT KCIC akan membentang dari Stasiun Halim Jakarta Timur hingga Tegalluar Kabupaten Bandung, sejauh 142,3 kilometer.

Di Jawa Barat, transportasi modern tersebut akan melintasi 95 desa/kelurahan di 29 kecamatan, dan 8 kota/kabupaten. Kedelapan daerah tersebut yakni Kota Bekasi (3 kecamatan, 9 kelurahan), Kabupaten Bekasi, Karawang (2 kecamatan, 8 desa), Purwakarta (5 kecamatan, 20 desa), Kabupaten Bandung Barat (4 kecamatan, 17 desa), Kota Cimahi (1 kecamatan, 5 kelurahan), Kota Bandung (6 kecamatan, 14 kelurahan), dan Kabupaten Bandung (3 kecamatan, 8 desa).

“Jadi tetap Cimahi menangkap ini sebagai peluang sehingga produk unggulan Cimahi bisa dikerja sama-kan. Kalau lihat tempat Bandung sudah crowded. Kalau ke sini (Majalengka) sebentar (via tol). Bahkan tawarkan linknya jalur kereta cepat yang dilakukan KCIC. intinya peluang ini akan ditangkap semua daerah di Jabar,” sebut Yani.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat Djoni Sofyan Iskandar‎ menuturkan, kontribusi pariwisata untuk meningkatkan ekonomi suatu daerah cukuplah besar. Dalam skala nasional kontribusi sektor ini bisa mencapai Rp 33 Triliun. Sehingga kehadiran Bandara Kertajati sangat nyata terasa perananannya untuk meningkatkan sektor tersebut.

“Kalau BIJB menjadi gerbang untuk dunia, kami-lah yang akan merangkul dunia supaya masuk Jabar. Mari kita sama-sama kembangkan pariwisata. Objektifnya 2020 Jabar sudah tercipta wisata regional untuk kawasan ASEAN. Ini pasti akan terasa meningkatnya pendapatan masyarakat yang bisa nikmati. dengan adanya BIJB masyakarakt akan terasa,” terang Djoni.

Dia menambahkan, pasar wisatawan terbesar di Jawa Barat berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Bergeser ke Timur negara yang melirik wisata di Jawa Barat adalah Cina, Korea dan Jepang. Sedangkan Timur Tengah ada dari Arab Saudi, Maroko, dan Bahrain. “Sedangkan Eropa diwakili Belanda. Ini yang menjadi target pasar kami. Kita targetkan adalah pada operator di luar negeri. kalau domestik adalah korporasi,” tandas Djoni.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra meminta kesiapan pemerintah daerah untuk menyambut hadirnya Kertajati yang menjadi gerbang baru Jawa Barat. Sebab Kertajati dengan berdirinya kawasan khusus, aerocity diyakini akan juga mendongkrak mobilitas daerah sekitarnya. “Jadi ini untuk kita dorong supaya daerah daerah bisa mempersiapkan diri, karena hadirnya BIJB akan ada akselerasi rerhadap pertumbuhan di Jawa Barat ini,” tandas Virda./HUMAS BIJB