DIM Targetkan Rp 1 Triliun dari RDPT Kertajati

Danareksa Investment Management (DIM) menargetkan dana kelolaan Rp 1 triliun dari penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Bandara Kertajati. RDPT menggunakan underlying asset berupa convertible notes yang dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam waktu lima tahun.

Prihatmo Hari M, Direktur Utama DIM, mengatakan RDPT berbasis saham ini menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Kebutuhan investasi bandara tersebut pada tahap awal mencapai Rp 2,7 triliun untuk pembangunan terminal penumpang.

“RDPT ini sudah diproses di OJK dan strukturnya sedang kami finalisasi,” kata Prihatmo. DIM tengah menghitung valuasi Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), perusahaan daerah yang akan mengoperasikan Bandara Kertajati.

Besaran saham hasil konversi yang akan diperoleh investor RDPT tersebut tergantung hasil valuasi BIJB. DIM menegaskan, porsi kepemilikan saham di RDPT Bandara Kertajati tidak akan mayoritas.

RDPT ini ditawarkan ke sejumlah investor institusi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan diperkirakan terbit dalam dua bulan ke depan. Saat ini DIM memiliki 15 RDPT, baik yang berbasis surat utang maupun ekuitas.

Hingga Juni 2017, DIM memiliki dana kelolaan Rp 21,6 triliun, naik 15,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan menargetkan total dana kelolaan pada akhir tahun ini akan mencapai Rp 25 triliun. (*)

Sumber: http://ascend.co.id/2017/07/20/dim-targetkan-rp-1-triliun-dari-rdpt-kertajati/ (24 Juli 2017 / 13.48 WIB