Dirut PT BIJB beri kuliah umum di hadapan mahasiswa Unpad

BANDUNG – Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra, memberikan kuliah umumnya di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Virda memaparkan proses perencanaan, sampai strategi bisnis bandara yang ada di kawasan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat tersebut.

Kuliah umum mengambil topik ‘Proses Bisnis Bandara dan Struktur Biaya’ digelar di Ruang Multimedia B1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (7/10). Ada seratusan mahasiswa dari fakultas ekonomi menjadi peserta kuliah. Kuliah umum dipandu langsung dosen Fakultas Ekonomi Unpad Nani Dewi. ‎

Kuliah umum berlangsung cukup interaktif dan menarik perhatian mahasiswa mengingat BIJB yang saat ini sedang dalam proses tahap pembangunan kerap menghadapi permasalahan sosial. Salah satu yang mencuat yakni adanya penggusuran dari pembebasan lahan di lokasi pada 2016 lalu.

Ana Nur Faiza (19) salah satunya yang cukup vokal dalam kuliah umum tersebut. Maklum saja, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akutansi tersebut berasal dari Majalengka. Beberapa keluarganya ada yang tergusur dari megaproyek nasional ini.

Virda pun menjawab bahwa seluruh proses pembebasan lahan sudah dipenuhi haknya oleh Pemprov Jabar. Menggerus 1.800 hektare lahan, pergantian juga sudah dilakukan secara proporsional. “Ini sudah dilakukan oleh Pemprov Jabar yang menggelontorkan anggaran pembebasan lahan mencapai Rp 800 miliar,” jawab Virda. Kompensasi juga dilakukan dimana pihaknya nanti akan menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja. Di sini BIJB akan juga memperhatikan beberapa warga sekitar.

Beberapa mahasiswa juga menananyakan dampak-dampak positif dari kehadiran BIJB yang berada di kawasan Majalengka, Jawa Barata. Virda mengatakan, kehadiran bandara yang menelan anggaran Rp 2,6 Triliun akan menjadi gerbang baru Indonesia khususnya Jawa Barat. 

Kehadiran BIJB akan juga terjadi penetrasi perekonomian di Majalengka dan kawasan Cirebon Raya. Saat ini Jawa Barat dengan jumlah penduduk 47 juta harus terjadinya pemerataan pembangunan. Sehingga tiga garis zona ; Bandung Raya, Bodebek Karpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta) Raya, dan Cirebon Raya akan seimbang. Apalagi dengan kehadiran Tol Cisumdawu yang bakal beroperasi 2019.‎

“‎Majalengka kita ketahui UMK dan IPM cukup kecil di Jabar. Tapi ini akan jadi industri besar. Karena di Kertajati sana nanti ada busines center, kreatif teknologi center, yang berjumlah enam kluster. Ini akan terintegrasi semuanya,” ucap Virda yang juga merupakan jebolan Unpad.

Dari segi bisnis BIJB cukup prospektif. Hal ini mengingat Bandara Soekarno-Hatta yang sudah mencapai titik maksimum penumpang. Dari catatan Kementrian Perhubungan Bandara di Tangerang tersebut merupakan bandara tersibuk ke delapan di dunia. Bandara tersebut juga akan mencapai titik maksimum penumpang pada 2025 mendatang. “Karena saat ini terjadi 2 menit sekali untuk take off dan landing terjadi di sana,” katanya.‎

Dalam kuliah umum tersebut, sejumlah hadiah dari PT BIJB disediakan bagi mahasiswa. Mereka yang juga sudah dan akan mendownload aplikasi BIJB dari perangkat selulernya mendapatkan marchendise menarik.