DIRUT PT BIJB ISI KULIAH UMUM DI MBTI TELKOM UNIVERSITY

BANDUNG – Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengisi kuliah umum untuk mahasiswa S1 MBTI Telkom University. Selain itu ada pula pemateri kedua yaitu Suherman Sudar yang saat ini sebagai perancang Strategi Penentuan Lokasi dan Masterplan Bandara Udara.

Saat ini salah satu program studi di Telkom University yang memiliki internasional class ialah Prodi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi Informatika. Di dalamnya mahasiswa diarahkan agar mampu memanage suatu bisnis berlandaskan teknologi informasi. Sehingga pemahaman mengenai manajemen operasi adalah hal wajib bagi lulusan MBTI. 

Untuk semakin meningkatkan kompetensi di bidang manajemen operasi maka dilaksanakan Kuliah Umum dengan tema Manajemen Operasi pada Rabu, (4/10) di aula Fakultasi Ilmu Terapan (FIT).

Suherman mengungkapkan bahwa manajemen Bandara cukup kompleks karena perlu melewati beberapa tahap hingga sampai bisa di operasikan.

“Pertama kita buat masterplan, lalu perlu ada rekomendasi dari pejabat setempat. Perlu di perhatikan juga bahwa perencanaan bangunan fasilitas pendukung seperti akses, keamanan, dan sejenisnya. Baru setelah itu kita bisa melakukan test run pesawat.”

Kuliah umum ini juga merupakan orientasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Bahwa dalam waktu dekat akan ada bandara internasional Kertajati yang menurut Virda Dimas akan menjadi bandara terbesar di Jawa Barat.

Virda yang saat ini sedang melanjutkan studi S2 nya di Telkom University yakin bahwa mahasiswa Telkom University memiliki kompetensi cukup untuk menangani kompleksitas manajerial Bandara.

“Bukan tanpa alasan kami menggelar kuliah umum bagi mahasiswa MBTI. Kompleksitas manajemen di Bandara memerlukan SDM yang kompeten. Materi yang kami sampaikan adalah untuk meningkatkan kompetensi rekan-rekan untuk memahami manajemen operasi bandara.”

Sebagai informasi mahasiswa aktif MBTI saat ini mencapai 1,500. Diharapkan lulusan dari MBTI bisa memiliki kompetensi yang baik di bidang manajemen bisnis berbasis teknologi.