Gubernur Jabar hadiri Penutupan Diklat Avsec Bandara Kertajati 

Perjalanan peserta Aviation Security (Avsec) yang sudah menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) satu bulan  lamanya di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang, mencapai titik akhir.  Sebanyak 42 tenaga Avsec terbaik yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Majalengka dan sekitarnya, dilantik  langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
 
Pelantikan tenaga keamanan bandara ini dilakukan di terminal utama penumpang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Sabtu 30 Desember 2017 siang. Turut dalam pelantikan Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi. 
 
“Diklat yang merupakan buah dari kerja sama antara PT BIJB dan STPI Curug ini dilakukan dalam rangka 
memberdayaan putra daerah Majalengka dan masyarakat sekitar Bandara Kertajati,” kata Virda disela-sela pelantikan. 
 
Untuk penyiapan sumber daya manusia (SDM) itu, kata Virda, PT BIJB menggaet STPI Curug. Ini dimaksudkan  agar SDM yang bekerja di Bandara Kertajati mampu menjadi petugas bandara yang ahli dan terampil serta memiliki lisensi khusus. Hal tersebut juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan bahwa seluruh petugas bandara harus dibekali sertifikat sesuai standar keamanan penerbangan.
 
Apalagi Avsec ini merupakan petugas terdepan, yang pekerjaannya menjaga keamanan bagi penumpang pesawat sebelum melakukan penerbangan. 
Menurut Virda, jelang beroperasinya Bandara Kertajati pada April 2018 mendatang posisi Avsec merupakan yang  paling diburu. Saat dibuka peminatnya membludak hingga 6.000-an orang untuk tahap satu perekrutan ini. “Jumlah itu kembali mengerucut menjadi 42 orang yang lolos verifikasi. Kemudian kita didik untuk diberdayakan  menjadi seorang Avsec yang profesional, ” ungkapnya seraya menyebut ini bagian dari komitmen PT BIJB.
 
Virda menambahkan, 42 peserta Avsec itu seluruhnya berasal dari Majalengka dan sekitarnya. Semua peserta dinyatakan lulus ujian lisensi. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan Direktorat Keamanan Perhubungan (Dirkampen) yang bernaung dibawah Kementrian Perhubungan. Sertifikat itulah yang nantinya akan menjadi bekal untuk bisa menjadi petugas keamanan bandara khususnya di Bandara Kertajati.
 
Lebih lanjut Virda mengatakan tenaga Avsec disiapkan mengingat Bandara Kertajati saat ini sudah menyatakan  kesiapan beroperasi pada pertengahan 2018. Seiring beroperasinya bandara seluas 1.800 Ha itu, PT BIJB juga  menatap untuk bisa melayani perjalanan haji dan umroh tahun depan. Optimisme ini juga muncul dari Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidatonya di Bandung, Kamis 29 Desember kemarin.  Bandara dengan pemilik kode ‘KJT’’ sampai 24 Desember 2017 ini progress pembangunannya untuk sisi darat  sudah mencapai 84,5 persen. 
 
Pembangunan untuk sisi darat dimana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan ini, dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan. Paket satu yang digarap PT Adhi Karya (persero) Tbk. meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen. 
 
Selanjutnya paket dua, yang meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah mencapai 80 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti menggarap terminal, interior, pekerjaan facade dan atap boarding lounge. Saat ini pengembang masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak. Atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara. 
 
Adapun paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah  mendekati sempurna yakni 92 persen. PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang  operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.  “Terkait progres untuk sisi darat secara keseluruhan dari tiga paket ini, sampai dengan 24 Desember ini sudah mencapai 84,45 persen,” tambahnya. 
 
Bergeser untuk kesiapan runway yang nantinya akan ultimate sampai 3.500 meter x 60 meter oleh 
Kementrian Perhubungan saat ini progresnya sudah lebih dari pada 90 persen. Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran Bandara bisa menampung berbadan lebar.
 
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menuturkan, bahwa apa yang dilakukan PT BIJB untuk memprioritaskan warga Majalengka merupakan komitmen sejak awal saat akan hadirnya Bandara Kertajati.‎ “Pembangunan SDM hari demi hari dipenuhi dengan baik sebagai sebuah persyaratan hadinya bandara. Ini tenaga lokal terdekat dengan bandara dan ini kebanyakan berasal dari Majalengka. Ini komitmen. Kalau ada rekrutmen dan pelatihan kewirausahaan biar ga ada kerugian sosial yang ada keuntungan bersama-sama. SDM apapun dahulukan masyarakat setempat khususnya Majalengka. Kita akan laksanakan. Ini dilakukan agar kita semua mampu berkomitmen dan menghadikan kehadian BIJB dinikmati semua pihak. Yang menikmati harus utama masy Majalengka. Jadi sejak awal semenjak awal dikalkulasi. Dampak sosial diantisipasi sejak awal,” ungkap Aher sapaan Ahmad Heryawan. / HUMAS BIJB