Aher Gembira Pemerintah Pusat Ambil Alih BIJB

KOTA BANDUNG– Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) gembira dengan pemerintah pusat yang mengambil alih biaya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kab. Majalengka, sehingga akan memokuskan BUMD Pemprov Jabar yakni PT BIJB ke pembangunan kawasan Aeropolis.

Menurut dia, pihaknya sangat mengapresiasi sikap Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke lokasi BIJB di Kertajati, Kabupaten Majalengka, kemarin (14/1).

Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat menyatakan mengambil alih pekerjaan sisi udara (runway) yang tinggal 20% dengan total kebutuhan Rp1 triliun sementara sisi darat yang baru mulai dikerjakan memerlukan biaya Rp2,1 triliun yang seluruhnya bersumber dari APBN.

“Ini membuat proses keseluruhan pembangunan ke depan fokus dan simultan. Pekerjaan besar sisi udara dan darat ditangani pemerintah pusat cq Kementerian Perhubungan sedangkan PT BIJB dengan kapasitasnya akan membangun area bisnis Aeropolis,” katanya di Bandung, Jumat (15/1/2016).

Sejak dirintis pertama tahun 2003, dan pertama kali dikucurkan dalam periode pemerintahan pertama Aher tahun 2009, APBD Pemprov Jabar untuk BIJB hingga kini sudah mencapai Rp1,3 triliun.

Dari angka itu, Rp800 miliar untuk pembebasan lahan yang kini sudah mencapai 1.000 hektar dari kebutuhan 1.800 hektar dan sisanya untuk penyertaan modal PT BIJB.

Pemprov Jabar siap mengganggarkan Rp800 miliar dalam pembebasan sisa lahan pada tahun-tahun ke depan.

Aher meminta pemerintah pusat tetap menggunakan desain yang sudah dibuat yang memadukan teknologi tinggi dan budaya Jawa Barat.

Juga, meminta selalu memprioritaskan Majalengka dan Jawa Barat agar tetap yang pertama menikmati dampak positif ekonomi bandara sekaligus meminta PT BIJB tetap dilibatkan dalam operasional bandara ketika kelak sudah selesai.

“PT BIJB sendiri akan kami arahkan untuk berkongsi dengan BUMD milik Pemkab Majalengka dan investor strategis agar fokus mengelola pembangunan kawasan bisnis Aeropolis. Kami akan kawal agar segera muncul bentuk kerjasama secara regulasi, sehingga pembangunan semua sektor di BIJB bisa berbarengan,” katanya.

Investor strategis tersebut diharapkan berasal dari pengusaha nasional, meski tidak menutup kemungkinan dari investor asing yang sudah banyak melamar. Yang penting, kata Aher, investor memiliki kesiapan modal dan teknologi dalam pembangunan Aeropolis.

“Kami juga meminta para pihak agar terus menggenjot pembangunan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan, agar daya dukung ke BIJB kian kuat. Harapannya keduanya bisa selesai dalam waktu berdekatan. Sudah saatnya Jabar sebagai provinsi penduduk terbesar di Indonesia memiliki bandara internasional dengan akses yang paling lengkap,” pungkasnya.

HUMAS PEMPROV JABAR