Kehadiran BIJB Harus Dimanfaatkan

CIREBON, KOMPAS — Pemerintah daerah dan pelaku usaha diminta memanfaatkan peluang kehadiran Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Pengoperasian bandara itu diyakini dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya.

“Bandara Internasional Jabar (BIJB) ditargetkan beroperasi Maret 2018. Ini peluang bagi kabupaten dan kota sekitar bandara. Silakan berinvestasi untuk bangun hotel atau lainnya,” ujar Komisaris PT BIJB Aang Hamid Suganda saat sosialisasi perkembangan BIJB di Kota Cirebon, Jabar, Kamis (3/8). Perwakilan pemerintah daerah dari Jabar dan Jawa Tengah serta pelaku usaha hadir dalam acara itu.

Menurut Aang, dengan luas bandara hingga 1.800 hektar dan kawasan bisnis mencapai 3.480 hektar, BIJB potensial memicu pengembangan usaha dan pertumbuhan daerah di sekitarnya. Daerah yang dimaksud adalah sembilan daerah perbatasan di Jabar dan Jateng yang telah membuat ikatan kerja sama bernama Kunci Bersama.

Tujuh daerah berasal dari Jabar, yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar. Dua daerah lainnya adalah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap, Jateng. “Jumlah penduduk di kawasan Kunci Bersama sekitar 9,2 juta jiwa. Kami berharap mereka bisa merasakan manfaat bandara,” ujar Aang.

Berdasarkan data PT BIJB, hingga akhir Juli 2017, pembangunan sisi darat bandara sudah mencapai 49,7 persen. Pembangunan itu, antara lain, drainase, terminal utama, dan bangunan penunjang lain. Konstruksi fisik ditargetkan selesai November 2017. Pembangunan tahap satu berada di atas lahan 957 hektar, termasuk landasan pacu sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 60 meter.

Tempat parkir pesawat pun dirancang menjadi yang terbesar di Jabar dan menampung 22 pesawat. Sebanyak 10 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan internasional, seperti ke Arab Saudi dan Singapura, akan dibuka di BIJB. Dalam setahun, bandara ini ditargetkan mampu melayani 2,7 juta penumpang. “Semua berjalan sesuai rencana meskipun dana masih kendala. Dari kebutuhan Rp 2,1 triliun, masih kurang sekitar Rp 1 triliun,” ujar Aang.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Investasi PT BIJB Erwin Syahputra menambahkan, pengoperasian bandara akan berdampak positif bagi daerah sekitar bandara. Berdasarkan kajian PT BIJB, pertumbuhan wisatawan di Majalengka, misalnya, akan tumbuh 100 persen dan 40 persen di Kota Cirebon. Adapun tenaga kerja yang dapat terserap di Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Kota Cirebon mencapai 19.000 orang.

Erwin mengatakan, ada pula tujuh pengusaha yang ingin membangun hotel. Pihaknya menyeleksi hanya dua hotel.

Pejabat pemda yang hadir berharap BIJB bisa ikut meningkatkan potensi ekonomi daerahnya. Wakil Bupati Brebes Narjo, misalnya, meminta BIJB bisa menjamin kemudahan investasi.

“Penduduk kami 2,2 juta jiwa dan daerah di Jateng yang lebih dekat dengan Majalengka. Kami punya potensi telur asin dan bawang merah. Kami berharap potensi itu bisa terakomodasi lewat kehadiran BIJB,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Majalengka Edy Noor Sudjatmiko mengatakan, pihaknya membuka lebar investasi di Majalengka seiring pembangunan BIJB. Ia mengatakan, terdapat empat rute jalan yang disiapkan menuju bandara. (iki)

Sumber: https://kompas.id/baca/nusantara/2017/08/04/kehadiran-bijb-harus-dimanfaatkan/ (7 Juli 2017 / 16.32 WIB)