Ketika Para Kades di Kertajati Studi Banding ke Bandara Terbaik Dunia

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka diprediksi akan menjadi bandara masa depan di Indonesia. Pasalnya, selain akan menjadi gerbang hilir mudik orang, Kertajati juga akan didukung hadirnya aerocity yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

PT BIJB selaku pelaksana pembangunan bandara dan pengembanganan kawasan khusus tersebut, menunjukan komitmennya terhadap masyarakat Majalengka, khususnya yang ada di Kecamatan Kertajati.

“Sesuai dengan harapan warga, bahwa warga setempat tidak ingin menjadi tamu di rumah sendiri di sini, kami tunjukan komitmen tersebut dengan membawa sejumlah pejabat desa untuk melihat langsung ke bandara terbaik di dunia ini, Changi (Singapura),” kata Sekretaris Perusahaan PT BIJB Wasfan Wahyu Widodo, di Bandung, Kamis (30/11).

Studi banding dengan tujuan Changi Airport dan Kualumpor Airport Malaysia, dilakukan pada Selasa 21 November sampai Jumat 24 November 2017. Enam kepala desa beserta perangkatnya melihat langsung kemegahan dan pengembangan bandara di negara-negara tetangga Indonesia tersebut. Peserta studi banding itu berasal dari Desa tersebut berasal dari Mekarmulya, Mekarjaya, Sahbandar, Babakan, Palasah, dan Kertawinangun. Dalam rombongan PT BIJB juga menyertakan Sekretaris Daerah Majalengka Ahmad Sodikin, Camat Kertajati, Danlanud, Dandim, Danramil dan Imigrasi mewakili unsur muspida/muspika.

Selain Changi rombongan yang dipimpin Sekretaris Perusahaan PT BIJB ini juga menyebrang ke Bandara Internasional Kualalumpur. Kualumpur Airport juga menjadi salah satu tujuan benchmark bandara yang modern saat ini.

Menurut Wasfan, Changi yang menjadi bencmark bandara Kertajati dinilai tepat dijadikan tempat studi banding para kepala desa. Sebab Changi merupakan bandara terbaik di dunia lima tahun berturut turut versi skytrax. Changi Airport juga diakui sebagai bandara yang memiliki fasilitas rekreasi terbaik di dunia sejak 2009 sampai saat ini.

“Dengan kunjungan ini tentu harapannya kepala desa mewakili masyarakatnya bisa mempersiapkan diri untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang apapun untuk menyambut kehadiran bandara di Majalengka,” ungkap Wasfan.

Ketua Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) Winangun Oto Primaryono menuturkan, kunjungan langsung ke Bandara Changi dan Kualumpur yang difasilitasi BIJB sangatlah bermanfaat. Sebagai desa yang berdiri di sekitar area proyek bandara Kertajati, dirinya bisa melihat langsung bagaimana pemanfaatan dan pengembangan ekonomi di sekitarnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Kita jadi memahami suatu kawasan bandara yang maju. Karena kita tidak ingin masyarakat kita cuma jadi penonton di rumah sendiri. Sehingga di sini akan ada perubahan dari yang asalnya bertani beralih ke industri,” ucap Primaryono.

Singapura yang terkenal dengan kebersihannya dan ketertiban masyarakatnya harapan dia bisa terjadi juga di Majalengka. “Ini kota tertib. Semoga Kertajati juga bisalah bersaing,” katanya.

Sekretaris Desa Sekarmulya Ruhiyat Hidayat menambahkan, dengan bekal pengetahuan yang didapat dari hasil studi banding, sudah saatnya warga Majalengka berbenah menghadapi perubahan. Pasalnya sayang jika peluang kehadiran Bandara Kertajati tidak bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan taraf mutu ekonomi warganya.

“Kita butuh wawasan bagaimana menata diri. empat hari ini saya mendapatkan wawasan baru. Ternyata di lingkungan sekitar bandara banyak potensi yang bisa dikembangkan. Majalengka belum terlambat untuk bisa berkembang dan saya yakin ini bisa menyaingi bandara lainnya,” ujar Ruhiyat.

“Karena bandara ini bukan hanya pintu gerbang orang dan barang saja, tapi bisa menjadi sebuah pengembangan bisnis baru. Kita sebagai penerus semoga bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri,” tandas Ruhiyat.