Menko Luhut Request Penerbangan Haji di Bandara Kertajati dalam Lima Bulan

JAKARTA, (OKEZONE.COM),- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta, kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera mengkebut pengerjaan tiga proyek infrastruktur. Adapun ketiga proyek tersebut yakni percepatan Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati hingga Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. “Dari perhubungan kami ingin supaya Patimban masalah tanah segera pembayarannya, sedikit terlambat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Selain itu, dia meminta kepada Menteri Perhubungan untuk menyelesaikan Bandara Kertajati Majalengka. Sehingga, Bandara ini bisa di gunakan untuk lebaran 2018 ini. “Lapangan terbang kertajati kita mau Juni harus beroperasi haji, pertama. Kalau penyelesaian sekarang 86%. Tapi runway masih sedikit kurang,” jelasnya.

Khusus untuk proyek LRT Jabodebek, dia meminta kepada Kementerian Perhubungan bisa mendorong PT INKA (Persero) untuk menyediakan kereta. Karena dirinya sangat berharap jika proyek LRT bisa dikerjakan dan dihasilkan oleh produksi dalam negeri. “LRT harus putus, kita mau lihat apa yang dibuat dalam negeri, kita enggak mau impor dari suplier yang tidak jelas. Harus bisa alih teknologi. Kita melihat INKA, kita bilang INKA, kalau ada kurang gapapa buatan dalam negeri. Tapi kita mulai buatan dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan untuk proyek Patimban, dirinya memastikan bisa dimulai pengerjaannya pada Maret 2018. Sehingga pada bulan Februari atau Maret 2019 bisa selesai dan dioperasikan. “Patimban saya sampaikan sedang tender, kita akan mulai konstruksi bulan Maret, dan akan selesai kira-kira bulan Marer atau Februari tahun depan,” jelasnya.

Sementara untuk Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, saat ini sedang dalam tahap finalisasi mengenai desainnya. Namun lanjutnya pihaknya ada kecenderungan untuk menggunakan Narrow gauge.

“Mengenai kereta Jakarta-Surabaya. Jakarta-Surabaya kami laporkan, kita akan finalisasi apa yang akan dilakukan. Kan kita punya kecenderungan pakai narrow gauge, kita akan lakukan finalisasi studi, kita minta satu harga yang lebih kompetitif dari Jepang, karena Jepang ini sendiri kan susah memperbandingkannya,” kata dia.

Sisi lain, pihaknya juga diminati untuk lebih detail untuk memperbaiki tol lain. Kedepannya, pihaknya akan melakukan perbaikan tender yang lebih mengutamakan muatan yang akan diangkut.

“Setelah itu, tadi juga dibahas berkaitan dengan tol laut. Tol laut itu saya akan lebih detil, ada beberapa koreksi-koreksi kita akan perbaiki, tender akan kita segerakan, tapi kita akan lebih pasti, kita hanya menender jumlah muatan yang akan diangkut. Jadi kita enggak mau putus,” tukasnya.