Nuansa Merak Akan Kental di Bandara Kertajati

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sengaja memiilih merak sebagai identitas terminal. Filosofi merak terinspirasi dari tarian khas asal Jawa Barat. Dalam rancangan bandara yang ada di Kertajati, Majalengka, identitas merak bakal mencolok terpasang di bagian atap. Selain itu taman merak juga bakal disediakan karena konsep yang diusung merupakan bandara edutainment.

Wakil Kepala Unit Manajemen Proyek PT BIJB Ari Widodo mengatakan, atap berupa ekor merak ini akan membentang sepanjang 96 meter di atas terminal bandara seluas 96.000 meter persegi. Atap ini akan memiliki kontur bergelombang layaknya ekor merak. Susunan atap baja dibentangkan satu per satu menggunakan system mega span.

“Elemen yang bersifat elastis ini diambil dari akar dan nilai budaya Jawa Barat, bentuknya baru ada di Kertajati,” ujar Ari Widodo saat menerima kunjungan langsung wartawan untuk melihat progress Bandara Kertajati, di Majalengka, Senin, 13 November 2017.

Pemasangan atap ini dinilai bagian tersulit dari pengerjaan fisik terminal ini. Dia mengklaim, teknik pemasangan dilakukan secara pararel. “Pemasangan ini dilakukan dengan supporting system adalah yang pertama di Indonesia,” ungkapnya. Belum lagi pengerahan banyak pekerja untuk pemasangan atap yang akan menjadi ikon tersebut.

Sementara itu di bagian dalam terminal, desain khusus dibuat untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Di lantai tiga nantinya akan didominasi area komersil dan fasilitas lengkap. Di antaranya aircraft simulator, airport miniatur tourism galery, quite room, exhibition hall, VIP lounge, movie hall, hingga taman merak.

“Insya Allah nanti bakal ada taman di bandara yakni peacock garden. Ini merak asli nanti kita urus izin resminya untuk mendatangkan merak tersebut,” tambah Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra di tempat sama.

Virda menambahkan, lantai tiga memang dirancang bukan hanya untuk penumpang saja. Tapi bagi masyarakat pengantar atau yang sebatas untuk berwisata akan terfasilitasi. Fasilitas yang disediakan nantinya bisa memberikan pengetahuan kepada pengunjung. “Kami memang sengaja ingin mengembangkan unsur edukasi di sana. Mulai dari informasi mengenai bandara, wisata alam di Indonesia kepada turis juga,” ungkapnya.

Dia berharap fasilitas yang ada diarea terminal bisa mengundang animo masyarakat umum berkunjung ke bandara. “Jadi strategi kami menarik dulu non penumpang supaya ramai untuk memenuhi kekosongan kapasitas bandara. Tapi ke depan bukan tidak mungkin fasilitas yang ada ditiadakan seiring bertambahnya penumpang,” ujar dia seraya menyebut BIJB menargetkan 5,6 juta penumpang per tahunnya.