Pembangunan BIJB Berlanjut, Sedot Dana Rp 160 Miliar

MAJALENGKA,(PRLM).- Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kecamatan Kertajati kembali dilanjutkan dengan anggaran mencapai kurang lebih senilai Rp 160 miliar, meliputi pembangunan sisi barat dan sisi utara yang dikerjakan oleh dua perusanaan milik negara. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menurut informasi akan membangun terminal hingga kini belum tampak mulai melakukan pengerjaan.

Menurut keterangan sejumlah pekerja di lapangan dua proyek lanjutan pembangunan BIJB tersebut adalah pembangunan sisi barat tahap III, dengan nama pekerjaan pembangunan apron yang pengerjaannya dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya, dengan total anggaran sebesar Rp 70,670 miliar.

Serta pembangunan sisi utara tahap III dengan nama pekerjaan pembangunan taxiway yang pengerjaanya dilaksanakan oleh PT Waskita Karya dengan anggaran sebesar Rp 89.179.959.000, pembangunan ini dilaksanakan selama 184 hari kalender, dan ditargetkan selesai pada 3 Desember mendatang.

“Kami sedang mengerjakan membangun saluran air, pengerjaanya sudah berlangsung dua mingguan,” ungkap Solihin salah seorang pekerja perakit besi.

Untuk pembangunan apron, saat ini sedang dalam tahap pengurugan yang lokasinya berada di bagian selatan landasan pacu yang sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu oleh dua perusahaan BUMN yakni PT Waskita Karya pada tahap pertama, setelah itu dilanjutkan oleh PT Adhi Karya.

Sejumlah alat berat dioperasikan di sejumlah titik, sedangkan kendaraan-kendaraan besar lalulalang mengangkut tanah dari satu titik ke titik lainnya, karena stutur lahannya sendiri naik turun. Tanah yang berada di bagian bukit dikeruk di pindahkan ke lokasi lahan yang lebih rendah. Sementara di bagian bawah lokasi pengurugan sejumlah pekerja sedang merakit besi yang kedepan akan diperuntukan bagi saluran air.

“Untuk tahap awal pembangunan saluran air ini katanya tahun lalu sudah dikerjakan sehingga pengerjaan sekarang adalah pengerjaan lanjutan,” ungkap Watikno.

Camat Kertajati Amin Aminudin mengatakan, pembangunan kedua proyek BIJB tersebut seluruhnya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat, sedangkan kepada Pemerintah Kabupaten hanya bersifat koordinasi.

“Beberapa minggu kemarin kami mendapat surat pemberitahuan bahwa pembangunan BIJB meliputi pembangunan apron dan taxiway mulai dikerjakan. Apron dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan taxiway dikerjakan oleh PT Waskita Karya,” jelas Amin.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri yang akan mengerjakan pembangunan terminalhingga kini belum memulai pekerjaannya. Kemungkinan baru akan dikerjakan setelah pembangunan apron dan fasilitas lainnya selesai dibangun oleh Pemerintah Pusat.

Menyinggung soal pelaksanaan pembebasan lahan yang juga belum selesai dilaksanakan diantaranya meliputi Desa Sukamulya dan sebagian Sukakerta menurut Amin belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi.
“Pembebasan lahan nampaknya belum dilanjutkan,” ungkap Amin.(Tati Purnawati/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2015/09/13/342200/pembangunan-bijb-berlanjut-sedot-dana-rp-160-miliar (15 September 2015 / 10.14 WIB)