Pembangunan Infrastuktur Bandara Kertajati Capai 74,4 Persen

INILAH, Bandung – PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) optimistis pembangunan Bandara Internasional Kertajati akan sesuai target. Hal tersebut disampaikan menyusul progres pembangunan yang sangat menggembirakan.
 
Hingga awal April 2017 ini, BIJB mencatat progres pembangunan paket satu berupa pembangunan infrastruktur akses jalan, draniase dan parkir kendaraan kendaraan mencapai 74,4 persen.
 
Dalam siaran persnya, direktur Utama BIJB, Virda Dimas Ekaputera mengungkapkan, progres pembangunan Bandara Kertajati sejauh ini sangat menggembirakan. Pembangunan di lahan seluas 1.800 hekater ini progresnya terus mengalami peningkatan.
 
Virda mengungkapkan, pada paket pertama berupa pembangunan infrastruktur meliputi akses jalan, drainase, dan parkir kendaraan sudah mencapai 70,4 persen. Targetnya hingga akhir Juni 2017, pembangunan paket pertama ini sudah mencapai 100 persen.
 
Sementara pada paket kedua berupa pembangunan terminal utama penumpang, saat ini sudah mencapai 28,5 persen dan akan selesai pada November 2017 mendatang. Sementara paket ketiga pembangunan infrastruktur pendukung termasuk cargo sudah mencapai 44,6 persen dan akan selesai Agustus 2017.
 
Menurutnya, untuk luas terminal baru dibangun seluas 96.000 meter persegi. Ultimatenya nanti akan mencapai 121.000 meter persegi. Untuk bangunan cargo akan dibangun secara terpisah dan dikerjasamakan dengan PT Angkasa Pura 2. “Total keseluruhan dari tiga paket tersebut saat ini sudah mencapai 40 persen lebih. Kami yakin dan optimis, pembangunan Bandara Kertajati sesuai dengan harapan Pak Presiden akan selesai 100 persen di akhgir 2017 ini,” ungkapnya.
 
Virda menjelaskan, pembangunan bandara dibagi menjadi dua bagian yakni, sisi darat dan udara. Pada sisi darat dikerjakan BIJB sendiri, sedangkan sisi udara dikerjakan Kementerian Perhubungan.
 
Menurut Virda, untuk sisi udara, Kemenhub telah membangun satu landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter dengan lebar 60 meter. Selain itu, Kemenhub juga telah membangun parkir pesawat atau apron dan jalan penghubung antara runway dengan apron (taxiway). Hingga kini, progres pembangunannya telah mencapai 80 persen.
 
Virda juga mengungkapkan, pembangunan sisi darat bandara tersebut memakan investasi senilai Rp 2,1 triliun. Adapun sisi udara menghabiskan sekitar 750 miliar. Dana tersebut didapat dari APBD, APBN, dan pembiayaan perbankan. Dirinya pun berharap, pengoperasian awal Bandara Kertajati bisa dilaksanakan pada kuartal I tahun 2018. “Dengan progres tersebut saya optimis Bandara Kertajati bisa beroperasi pada Maret 2018,” tandasnya.
 
Lebih lanjut Virda menambahkan, terkait dukungan infrastruktur BIJB juga sudah menandatangani dengan berbagai pihak termasuk salah satunya dengan PLN. Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan kapasitas 15 MVA dilakukan akhir Maret 2017 lalu di Hotel Papandayan, Bandung. “Setelah sekian lama negosiasi akhirnya ini terlaksana,” katanya.
 
Dikatakan Virda, untuk mempersiapkan penyaluran tenaga listrik dengan kapasitas tersebut, PT BIJB dan PT PLN telah melakukan pembahasan sejak 2015 untuk menjamin kesiapan pasokan sekaligus membuat perkiraan pertumbuhan pemakaian tenaga listrik di wilayah Bandara Kertajati.
 
“Kita sama-sama berharap bahwa kerjasama ini akan berkesinambungan bersama-sama membangun dan mengakselerasi pengembangan Bandara,” ujarnya. [jek]
 
Sumber: http://www.inilahkoran.com/berita/jabar-kahiji/68170/pembangunan-infrastuktur-bandara-kertajati-capai-74-4-persen (12 April 2017 / 9.24 WIB)