PT BIJB Ajak Kuwu Desa-Desa Sekitar BIJB ke Bandara Kualanamu

Majalengkatrust.com – Lima Kepala Desa di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, yang terdampak langsung Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yaitu Desa Sukamulya, Desa Kertasari, Desa Sukakerta, dan Desa Bantarjati serta Desa Kertajati melakukan studi banding langsung ke Bandara Kualanamu Sumatera Utara dan Bandara Changi di Singapura.Studi Banding dilakukan bertujuan untuk melihat dampak pembangunan Bandara bagi masyarakat sekitar, agar turut mendongkrak pembangunan di desanya masing-masing.

Rombongan Kepala Desa yang berangkat tersebut diantaranya Kepala Desa atau Kuwu Sukamulya Nono Darsono, Kuwu Desa Bantarjati Suharno, Kuwu Desa Sukakerta Kosiin, Kuwu Desa Kertajati Ajat Sudrajat, dan Kuwu Desa Kertasari diwakili Sekdes Rohendi.

“Melihat Bandara Kualanamu dan Bandara Changi sudah modern, harapannya nanti Bandara di Kertajati bisa seperti Kualanamu dan Changi, membawa dampak positif bagi masyarakat atau warga sekitar,” ungkap Kepala Desa Sukamulya Nono Darsono, Kamis (09/03) saat dihubungi sedang di Bandara Changi Singapura.

Pria yang akrab disapa Kuwu Bona itu, setelah melihat langsung Bandara Kualanamu dan Changi membawa dampak positif terhadap warga sekitar yang menyerap lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya tanya langsung ke karyawannya, mereka menjawab mereka asli orang setempat atau warga sekitar,” ungkap Kuwu Bona.

Sementara itu Manajer Umum dan Humas UMP PT BIJB, Riskita T. Widodo mengatakan seusai kunjungan ke Bandara Kualanamu dengan lima Kepala Desa terdampak BIJB, mengatakan bahwa pembangunan bandara di Kertajati akan membuka lapangan kerja yang luas bagi warga sekitar khususnya, maupun warga Majalengka secara umum, seperti yang terjadi di Bandara Kualanamu.

“Kami sengaja mengajak 5 Kepala Desa terdampak ke Bandara Kualanamu dan Bandara Changi di Singapura untuk memberikan wawasan bahwa Bandara Kertajati yang sedang dibangun, memiliki prototipe yang sama dengan Bandara Kualanamu hanya berbeda dalam konsep arsitektural interior maupun eksterior,” ungkap Widodo.

Dikatakan dia, hasil kunjungan bersama 5 Kepala Desa terdampak BIJB, bahwa pembangunan bandara di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi warga sekitar, seperti yang terjadi pada warga sekitar Bandara Kualanamu.

“Kunjungan ke Singapura pun menunjukkan bagaimana pertumbuhan Bandara Changi beserta Aerocity-nya,  yang diharapkan Bandara di Kertajati dengan Aerocity-nya akan mampu bersaing dengan Singapura dan memberikan dampak yang luas terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan SDM bagi warga sekitar, Kabupaten Majalengka dan Jawa Barat pada umumnya,” tukas Widodo. (Abduh)

Sumber: http://www.cirebontrust.com/lima-kuwu-desa-terdampak-bijb-studi-banding-ke-singapura-dan-sumut.html (10 Maret 2017 / 15.00 WIB)