Ratusan Jebolan STPI Curug Minat Bekerja di Bandara Kertajati

Hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, membuka peluang kerja yang cukup besar bagi mereka dengan latar belakang pendidikan di sekolah penerbangan. Salah satunya, hadir dari jebolan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang.

Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pendukung PT BIJB Subhan Hadi Susilo menuturkan, setidaknya 500 pencari kerja dari STPI dengan berbagai disiplin ilmu mendaftar dan berminat untuk menjadi bagian dari beroperasinya bandara bertaraf internasional tersebut.

PT BIJB selaku pelaksana pembangunan dalam menatap beroperasinya bandara pada April 2018 mendatang memang sedang membutuhkan SDM unggul dibidang teknik penerbangan dan manajemen penerbangan.

“Total kandidat yang berminat mengikuti tes ini kurang lebih 500 orang. Akhirnya kami sortir untuk ke tahap berikutnya dan bagi mereka yang berhak mencapai 145 orang,” kata Subhan Hadi usai menjalankan rangkaian tes di Kampus STPI, Jalan Raya Curug, Jumat 8 Desember 2017.

Sebanyak 145 peserta tersebut, selama dua hari atau sejak Kamis 7 sampai Jumat 8 Desember mengikuti serangkaian psikotest yang langsung dipimpin Subhan Hadi dan SDM pendukung lainnya dari PT BIJB. Konstruksi untuk mengukur psikologis individu itu dibagi dalam dua tahap yakni tertulis dan wawancara. Test tertulis digelar dihari pertama. Adapun interview dihari berikutnya.

“PT BIJB saat ini sedang melaksanakan program rekrutmen untuk operasional bandara kertajati dimana aada 145 peserta tes yang hari ini diuji yakni psikotes dan interview,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tenaga teknik dan manajemen penerbangan saat ini cukup banyak dibutuhkan PT BIJB mengingat pengoperasian bandara yang kurang dari satu tahun lagi. Dengan rekrutmen yang dilakukan saat ini, harapannya bisa mempertegas bahwa selain fisik bandara, SDM juga dipersiapkan dengan matang.

“Bidang yang kita butuhkan ini elektronikal bandara, kemudian listrik mekanikal, bangunan dan landasan, apron movement control (AMC), dan reporting information,” sebut Subhan.

“Persayaratan mereka yang lolos nanti benar-benar harus memiliki kualisfikasi masing-masing dibidangnya dan berlisensi,” tambah Subhan.

Fikri Pangestu (21) salah satu dari 145 peserta yang juga jebolan taruna STPI menambahkan, dirinya merasa tertantang dengan hadirnya infrastruktur penerbangan baru di Jawa Barat. Sebagai putra daerah asal Indramayu, ia ingin membuktikan bahwa warga setempat juga bisa bersaing dan turut andil membangun daerahnya.

“Saya di sini ingin mengembangkan kemampuan saya tentang teknikal bandara, khususnya untuk BIJB. ke depannya saya sebagai putra daerah juga tentu berharap agar warga di sekitar BIJB bisa semakin banyak yang bekerja di sana,” ucap Fikri yang berasal dari jurusan Teknik Mekanikal STPI dengan nada optimis.

Sama hal dengan Rani Khoirun Nisa (22). Perempuan yang baru saja merampungkan pendidikannya di STPI jurusan Operasional Bandara tahun 2017 optimis bisa lolos sampai tahap akhir. Dengan pendidikan yang selama hampir tiga tahun ditempuh di STPI harapannya bisa diterapkan di BIJB.

“Saya tes di sini berharap agar bisa direkrut oleh BIJB. Karena pasti membutuhkan SDM banya. Saya nanti akan aplikasikan ilmu kami diperusahaan tersebut. Saya mau banget kerja di sana,” tutur Rani yang merupakan warga Bekasi tersebut.