Setelah Jabar Punya BIJB

Oleh : Ida Hernida
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

 

FUNGSI  Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka sebagai proyek monumental Kang Aher ini harus merupakan sarana rekreasi dan simpul bisnis yang menguntungkan bagi semua pihak. Ada efek berantai terutama atas hadirnya investasi berbagai sektor pendukungnya. Bagaimana daya dukung transportasi  yang direncanakan mulai berjalan di 2018 itu, menjadi tugas semua pihak terkait untuk merealisasikannya.

Dari kepentingan pariwisata Jawa Barat,  Bandara Internasional Jawa Barat adalah modal paling potensial untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri ditargetkan sebanding dengan daya serap di sektor industri pariwisata. Agar dukungan infrastruktur itu dapat berjalan beriringan setidaknya ada tiga hal yang perlu segera ditangani.

Pertama, segera dirancang paket-paket wisata yang memiliki sifat dan karakteristik regional. Para pendatang tidak hanya disuguhkan sarana transportasi yang makin baik, cepat dan murah, di sisi lain juga harus  menjadikannya sebagai fasilitas yang mampu menyuguhkan layanan kunjungan berbagai sarana parawisata dengan tingkat kemudahan dan kecepatan yang ideal. Diupayakan misalnya, jarak bandara dengan lokasi wisata tidak memakan waktu tempuh perjalanan lama. Membandingkan dengan Bandara Kuching Malaysia misalnya yang menyediakan beberapa lokasi wisata dengan waktu tempuh perjalanan tidak lebih dari satu jam. Ada akses yang cepat dan mudah untuk bisa memperkenalkan potensi wisata dan budaya lingkungan bandara sekitarnya.

Kedua, dukungan fasilitas jasa terkait untuk menunjang kegiatan pelayanan penumpang dan barang, seperti penyediaan penginapan/ hotel dan transit, toko dan restoran, penyimpanan kendaraan bermotor, pelayanan kesehatan, perbankan dan/ atau penukaran uang dan transportasi darat sejak saat ini agaknya harus sudah terencanakan dengan baik. Tentu saja hal ini bukan hanya merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen Bandara Internasional Jawa Barat, tetapi harus melibatkan semua pihak,  terutama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar  investor memiliki kepercayaan tinggi untuk menanamkan modalnya.

Ketiga, adanya dukungan sumber daya manusia yang memadai. Bandara yang diperkirakan akan mampu menampung 5 sampai dengan 11 juta penumpang per tahun itu memerlukan pembenahan sumber daya manusia, terutama tertuju pada sasaran terciptanya prakondisi kesadaran budaya pariwisata masyarakat setempat. Ditumbuhkan rasa kebanggan dan rasa memiliki atas adanya dukungan infrastruktur itu. Kendala teknis serta pemahaman di masyarakat yang bisa menghambat jalannya pembangunan fisik segera disisir dengan tawaran dan kesempatan yang memberikan solusi dan sarana baru yang lebih baik dibandingkan kondisi saat ini. 

Sarana sekitar bandara

Sejauh manakah persiapan menyambut kehadiran bandara tersebut? Kawasan sekitar Kabupaten Majalengka atau sekitar daerah Cirebon Indramayu Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) merupakan daerah wisata potensial. Dengan kontur wilayah berbukit dan perbedaan ketinggian antara satu wilayah dengan wilayah lainnya menjadikannya cukup ideal dan terasa nyaman untuk dikunjungi para wisatawan. 

Di Kabupaten Majalengka terdapat setidaknya 30 obyek wisata alam dan wisata budaya yang terdiri dari gunung, curug, perkebunan, situs termasuk juga museum serta taman budaya dan sarana wisata lainnya. Demikian halnya Kabupaten/ Kota Cirebon, Indramayu serta Kuningan. Kawasan itu juga memiliki potensi wisata terbuka untuk dikembangkan seperti taman wisata serta lokasi kuliner yang menarik.

Beberapa langkah Dinas Pariwisata Jawa Barat untuk menyambut bandara itu saat ini sudah terfokus ke arah itu. Selain paket-paket wisata yang akan segera disiapkan atas kerja sama dengan pihak swasta, juga dicanangkan dibuatnya showroom budaya dan pariwisata mini di dalam kawasan aerocity-nya. Dengan sarana itu bisa diperkenalkan langsung aneka budaya kekinian berikut potensi wisata tiap daerah di Jawa Barat. Tiap kabupaten/kota mendapat giliran untuk menampilkan wisata dan budaya andalannya masing-masing. Perencanaan kegiatan itu diharapkan akan mulai berjalan seiring dengan rencana pembukaan bandara. Dengan begitu diharapkan daya dukung bidang pariwisata terhadap sarana transportasi itu dan begitu juga sebaliknya, mampu memberikan kontribusi tinggi bagi kesejahteraan masyarakat. 

Namun sekali lagi yang tidak boleh dikesampingkan adalah keikutsertaan masyarakat setempat di dalamnya. Karena itu saran, pertimbangan, dan masukannya perlu ditanggapi serius. Tentu saja dengan tidak mengganggu sistem perencanaan yang sudah dibuat dengan matang.

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/opini/2017/12/18/setelah-jabar-punya-bijb-416044