Tata Kelola Perusahaan

Prinsip Dasar dan Pengembangan Tata Kelola Perusahaan

Komitmen penerapan GCG dalam organisasi PT Bandarudara Internasional Jawa Barat mencerminkan keyakinan bahwa prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan yang Baik, atau Good Corporate Governance (GCG) muncul sebagai akibat dari hubungan 3 (tiga) pilar penting yaitu :

  1. Negara dan perangkatnya sebagai regulator;
  2. Dunia usaha sebagai penyedia barang dan jasa sekaligus pelaku pasar; dan
  3. Masyarakat sebagai pengguna barang dan jasa dan sebagai pihak yang terkena dampak yang kemudian dapat menunjukan kepedulian dan melakukan kontrol secara objektif.

Relasi ketiga pilar ini diharapkan dapat menciptakan situasi usaha dan pasar yang kondusif dan memiliki aspek jangka panjang yang berkesinambungan. Di tingkat internal PT Bandarudara Internasional Jawa Barat, upaya penerapan praktik- praktik GCG merupakan salah satu langkah penting yang dapat meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) serta dapat mendorong pengelolaan perusahaan yang profesional, transparan dan efisien. Penerapan praktik GCG dapat memenuhi kewajiban seutuhnya baik kepada pemegang saham maupun kepada mitra bisnis, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat serta konsumen pada umumnya.


Nilai Inti Perusahaan
Dalam mendukung pencapaian Visi dan penerapan Misi dalam aktivitas operasional perusahaan, Perseroan telah menetapkan nilai-nilai budaya perusahaan (Core Values) sebagai dasar
budaya perusahaan (corporate culture) yang diharapkan dapat menjadi acuan utama bagi seluruh karyawan Perseroan tanpa terkecuali.

Nilai Inti Perusahaan dari PT Bandarudara Internasional Jawa Barat diambil dari 8 unsur kebaikan dari
tatar budaya Jawa Barat yang divisualisasikan dalam bentuk 8 warna warni di logo PT Bandarudara Internasional Jawa Barat.

Nilai – nilai tersebut terdiri dari:
1. Teger – Tahan Banting;
2. Wanter – Berinovasi Tinggi;
3. Cageur – Sehat;
4. Bageur – Ramah;
5. Pinter – Cerdas;
6. Singer – Teliti;
7. Bener – Terpercaya; dan
8. Tanjeur – Tangguh.

screenshot-2016-12-18-10-20-27


Budaya Perusahaan

Insan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat adalah insan yang memiliki :

  1. Integrity : Selarasnya antara pikiran, perasaan, dan perilaku dengan selalu memelihara standar kinerja yang tinggi baik untuk diri sendiri maupun orang lain melalui 4 (empat) key behaviors yaitu jujur (honesty), bijak (smart), terpercaya (trustworthy), dan loyalitas (loyality).
  2. Market Focus : Dinamis terhadap perubahan dan perkembangan pasar khususnya yang berkaitan dengan Bandara dan aerocity secara langsung maupun tidak langsung dengan fokus, secara terpimpin untuk mencipta karya hebat melalui niat kepemimpinan (intention leadership) dan berbasiskan tuntutan pasar (market in).
  3. Team Player : Menjadi perusahaan berkelas dunia, terlihat pada pola kerja dengan super team yang handal, saling mendukung, bekerjasama, dan berprestasi dengan sikap proaktif (be proactive), berpikir menang-menang (think winwin), memahami baru dipahami (seek first to understand);
  4. Excellence : Keberhasilan dalam menjawab berbagai tantangan serta akan tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang berkelas dunia melalui sumber daya manusia dan operasional yang handal melalui be innovative, GCG minded, dan take calculated risk.
  5. Networking Friendship : Keberhasilan usaha yang hakiki diraih melalui jaringan kerja yang bersahabat, mampu mensinergikan berbagai aspek yang ada untuk bekerjasama serta terbuka dan bersahabat (friendly) dengan pola pikir tidak dibatasi teritorial (global networking).

Budaya perusahaan tersebut disingkat menjadi I’M TEN (Saya 10, Saya Sempurna).


Impelementasi GCG

Sesuai pedoman umum GCG, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat berupaya mengimplementasikan peran GCG melalui prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Transparansi, yaitu keterbukaan asas pengungkapan informasi dari Perseroan yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Selain menjaga obyektifitas, transparansi mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.
  2. Akuntabilitas, yaitu asas pertanggungjawaban kinerja secara transparan dan wajar, dengan pengelolaan secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan Perseroan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Asas akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.
  3. Responsibilitas, yaitu asas mengemban tanggung jawab, termasuk dalam mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
  4. Independensi, yaitu asas pengelolaan Perseroan secara independen sehingga masing-masing organ dalam aktivitasnya tidak saling mendominasi dan tidak diintervensi pihak lain.
  5. Kewajaran dan Kesetaraan, yaitu asas dimana dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan, termasuk kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan, berkarir dan melaksanakan tugasnya.