Ada Limpahan Rute, Penerbangan Haji dan Umrah, BIJB Kertajati Siap

BANDUNG, (BIJB),- Memasuki pertengahan Juni 2019 Bandara Internasional Kertajati akan menerima limpahan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Pelimpahan rute ini sebagai optimalisasi keberadaan bandara yang ada di Kabupaten Majalengka tersebut.

Tidak lama kemudian atau pada Juli 2019, pemerintah memutuskan bahwa Kertajati bisa dijadikan embarkasi Haji untuk melayani penerbangan direct menuju Makah. Belum seluruhnya, tapi setidaknya sekitar 17 kloter yang berasal dari lima kabuaten/kota : Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Jumlah itu kemungkinan bertambah, mengingat Kabupaten Sumedang tertarik untuk berangkat dari Bandara Kertajati.

Penerbangan di Bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei ini juga akan kian ramai dimana layanan Umrah setelah musim Haji 2019 ditetapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ini merujuk dari pada rapat Koordinasi Kesiapan Bandara Kertajati bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, untuk Pelaksanaan Haji dan Umrah di Jakarta, Jumat 10 Mei 2019 lalu.

Disaat bersamaan Pemprov Jabar juga ingin menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat kargo Indonesia. Guna merealisasikannya, pertemuan dengan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk dan PT Pos Logistik Indonesia dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 10 Mei yang dipimpin Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhamad Singgih, menyambut langkah yang ditetapkan pemerintah untuk memaksimalkan keberadaan Bandara Kertajati. Sedianya bandara seluas 1.800 hektare ini bisa mengurangi beban dari pada Husein Sastranegara maupun Soekarno-Hatta untuk layanan pergerakan orang dan barang.

“Kita dari manajemen dan pengelola Bandara Kertajati mengapresiasi langkah-langkah yang sudah ditetapkan pemerintah untuk mengoptimalkan Bandara ini. Karena Bandara yang dibangun dari uang rakyat manfaatnya harus bisa dirasakan juga oleh rakyat. Harus diketahui juga Bandara ini dibangun secara gotong royong,” kata Singgih dalam keterangannya, di Bandung, Jumat 17 Mei 2019.

Limpahan rute penerbangan dari Husein ke Kertajati dilakukan bertahap. Sebagai tahap awal pengalihan akan terealisasi pada 15 Juni 2019 dengan 12 rute tujuan. Penerbangan yang ada di Husein untuk rute luar Jawa (kecuali Bandar Lampung) akan dilayani di Kertajati. Adapun untuk layanan di Pulau Jawa tetap menggunakan Husein.

Rute yang disiapkan dari Kertajati adalah ; Balikpapan, Lombok, Pangkalpinang, Pontianak, Denpasar, Padang, Medan, Banjarmasin, Batam, Makasar, Pekanbaru, Palembang. “Ini ada lima maskapai dengan pesawat jet yang rencananya melayani dari Kertajati. Frekuensinya setiap rute ada satu kali per harinya. Kecuali rute-rute favorit seperti Bali ini bisa lebih dari satu kali per harinya,” ucap Singgih.

Pengalihan rute itu menurut Singgih akan didukung multi moda transportasinya yang bisa menjangkau langsung Bandara Kertajati. Saat ini ada 12 mitra dengan layanan untuk sembilan daerah yakni Bandung, Indramayu, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon dan Kabupaten Bekasi.

“Sehingga masyarakat jangan khawatir lagi karena ketika rute-rute tersebut sudah beroperasi, layanan transportasi sudah ada dan ini akan terus dikembangkan ke daerah lainnya,” tutur Singgih. Kesiapan lain yang sedang dilengkapi adalah office area airline di lantai dua dan area komersil berupa tenant. “Seluruh kantor airline akan segera rampung sebelum lebaran ini. Kalau tenant aka nada penambahan baik itu di lantai satu, dua atau tiga.”

Haji dan Umrah

Ditetapkannya Bandara Kertajati sebagai embarkashi haji tahun 2019 menuntut kesiapan baik dari kebandarudaraan maupun infrastruktur penunjang. Runway atau landasan pacu 3.000 x 60 meter yang saat ini sedang dalam tahap sertifikasi rampung pada Juni 2019. Panjang Landasan pacu ini lah yang bisa mengantarkan jamaah secara direct menuju Makah. Pesawat yang melayani Boeing 777-300 milik Garuda Indonesia atau Saudi Airlines.

“Kalau tahun lalu mungkin mengapa belum bisa digunakan sebagai bandara haji ? karena baru 2.500 meter runwaynya. Sedangkan saat ini sudah 3.000 meter dan parking area yang sudah bisa menampung 22 pesawat, empat di antaranya untuk wide body,” ucap Singgih. Sedangkan untuk item lainnya seperti Bea Cukai, dan Imigrasi sudah tidak ada masalah.

Lebih lanjut Singgih mengatakan, ada beberapa alternatif  ihwal asrama untuk calon haji yang sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah. Salah satunya hotel yang berada di Cirebon yakni Radiant. Hotel dengan fasilitas aula besar dinilai representatif untuk menampung kesiapan satu kloter jamaah sebelum terbang langsung ke Tanah Suci.

“Ada beberapa opsi untuk asrama ini, tapi Hotel di Cirebon ini yang dibidik karena ini dari segi jarak tidak begitu lama dan tempat yang representatif. Kita tinggal menunggu kesepakatannya saja dengan beberapa alternatif yang ada,” papar Singgih.

Tidak jauh berbeda dengan layanan Umrah yang bakal diwujudkan September 2019 nanti. Menurut Singgih kesiapan keberangkatan Haji akan otomatis juga menatap kesiapan Umrah. Lebih lanjut Singgih mengatakan ada saat ini telah ada 60 biro perjalanan umrah dari berbagai daerah yang sudah bersedia untuk memberangkatkan jamaah lewat Bandara Kertajati.

Dia berharap, ketika keberangkatan Umrah berlangsung, lounge umrah yang akan dibangun sudah selesai. Lounge peruntukan untuk calon jamaah ini disediakan di area lantai tiga keberangkatan internasional seluas 750 meter persegi. “Lounge ini dilengkapi musala dan masjid dengan kapasitas sekitar 300 orang,” tandas Singgih/ CORCOM PT BIJB