Akselerasi Tol Cisumdawu untuk Maksimalkan Bandara Kertajati

MAJALENGKA,- Akselerasi Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) menjadi krusial untuk memaksimalkan pengoperasian Bandara Internasional Kertajati. Aksebilitas penunjang utama bandara yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini sangat dinanti masyarakat yang ada di selatan Jawa Barat dan Bandung Raya.

Ruas tol sepanjang 61 kilometer itu bisa memangkas jarak tempuh dari Bandung – Kertajati yang semula 2,5 jam menjadi hanya 45 menit saja. Pembangunan VI seksi Tol Cisumdawu terus dikebut guna bisa dioperasikannya paling tidak pada 2020 mendatang.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Alois Wisnuhardana melakukan kunjungan kerja ke Bandara Kertajati, Kamis 5 September 2019. Tampak juga Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Praminto, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari. Mereka disambut Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, Pelaksana Tugas General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kertajati Mohammad Arifin.

Sebelum tiba di Kertajati rombongan terlebih dahulu memantau Proyek Tol Cisumdawu Bersama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, Direktur Teknik PT CKJT Bagus Medi dan pihak yang berkaitan.

“Tol sekarang masih progres dan sedang melakukan pembebasan lahan ya. Opsi pertama ini adalah agar Cisumdawu (tahun 2020) bisa memangkas menjadi 1,5 jam perjalanan dari Bandung dahulu karena ini captive market utama (Bandung) semoga ditahun depan sudah 1,5 jam ya dibanding sekarang tiga jam,” kata Hery Antasari dalam wawancara di Bandara Kertajati.

Asumsi 1,5 jam adalah jika 2020 pembangunan belum sepenuhnya selesai atau baru tiga seksi yang menghubungkan antara Cileunyi menuju Cimalaka Sumedang. Kemudian perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan jalur arteri. Karena Jika Cisumdawu selesai pada 2020, artinya Bandung menuju Kertajati hanya 45 menit. “Itu yang kita harapkan, karena kalau fungsi (Tol Cisumdawu) penuh sebenarnya hanya 45 menit (Bandung – Kertajati),” tutur Hery.

Heri tidak memandang pesimis akan Bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta ini. Bagi dia Kertajati tetap bisa menjadi gerbang udara utama Jawa Barat seiring berjalan waktu. Peran semua pihak diperlukan untuk bisa membangkitkan gairah penerbangan di Kertajati dengan menambahkan sejumlah fasilitas. “Upaya meningkatkan pax (penumpang) yakni mendukung akses dengan layanan Damri gratis satu tahun  baik kualitas maupun kuantitas,” ujar Hery.

“Kita komunikasi dengan Dirjen Perhubungan dan Damri untuk meningkatkan image (baik Bandara). Karena ini masalahnya image. Karena travel time memang masih lebih pendek dari pada ke Soeta tapi ternyata ada image yang dihadapi oleh customer seolah ada beberapa tantangan. Ini yang harus kita rubah,” tambah Hery.

Dia berharap kehadiran KSP dan Direktur Bandar Udara yang menjadi kepanjang tanganan dari Presiden bisa membawa dampak baik bagi infrastruktur konektivitas khususnya  transportasi udara di Jawa Barat.

“Yang penting ada kordinasi lebih sinergis. Nanti KSP lihat untuk mendorong hal-hal yang bisa mempercepat pembangunan. Semua tantangan di Cisumdawu misalnya bisa ditingkatkan oleh pemerintah pusat,” tandasnya.

Praminto menyampaikan bahwa koordinasi baik dengan pemerintah pusat dan daerah terus diupayakan untuk mengoptimalkan operasional dari Bandara Kertajati. Salah satu yang diharapkan dapat cepat selesai adalah pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

“Intinya memang upaya percepatan jalan tol. Yang kita lihat  sejak Juli melaksanakan serangkaian penerbangan, 12 flight dan sampai hari ini masih stabil hari ini ada 2.800 sampai 3.200 per hari (penumpang). Kita sekarang mendiskusikan percepatan dalam rangka penyelesaian akses untuk optimalisasi Bandara kertajati,” tandasnya.

Direktur PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan percepatan Tol Cisumdawu merupakan modal besar untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai konektivitas udara Jawa Barat. Hadirnya Cisumdawu memang sangat krusial apalagi Bandara Kertajati terus melengkapi layanan penerbangan misalnya Umrah dalam waktu dekat.

“Umrah Oktober akan kita mulai. Kita sudah berkoordinasi dengan travel umrah, mereka untuk bersiap-siap menerbangkan melalui Bandara Kertajati dan saya optimis itu bisa segera tercapai,” tandas Singgih.