Akses Langsung Tol Cipali ke Bandara Kertajati Dibangun Awal Tahun 2020, Pembebasan Lahan Dikebut

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Akses langsung dari Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka dipastikan sudah bisa dibangun pada awal tahun depan.

Menurut Koswara, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Baratpembebasan lahan yang diperlukan untuk akses tol ini tengah mereka kebut.

Akses langsung dari Tol Cipali ke Bandara Kertajati akan dibangun PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

“Insya Allah Desember ini selesai. Bulan ini selesai 100 persen,” kata Koswara di Kantor BPMR Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/12/2019).

Hal senada dikatakan Kepala UPTD Wilayah VI Cirebon pada Dinas BMPR Jabar, Apit Bachrul.

Menurutnya, pembebasan lahan untuk akses tol ini sudah memasuki tahap akhir. Rencananya pelaksanaan pembayaran akan dilakukan di Kantor Camat Kertajati mulai Rabu (11/12/2019).

Pantauan lalu lintas di Tol Cipali, dekat Gerbang Tol Sumberjaya, Majalengka. Foto diambil Rabu (29/5/2019) pagi.
Pantauan lalu lintas di Tol Cipali, dekat Gerbang Tol Sumberjaya, Majalengka. Foto diambil Rabu (29/5/2019) pagi. (Eki Yulianto/Tribun Jabar)

Jumlah bidang lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan akses tersebut, katanya, mencapai 144 bidang dengan luasan 21,5 hektare.

“Lokasinya memanjang melintasi tiga desa di Kecamatan Kertajati, yaitu Kertawinangun, Babakan, dan Kertajati. Panjangnya 2,967 kilometer dengan lebar rata-rata 60 meter. Kalau panjang keseluruhan dengan simpang susunnya dari Tol Cipali, kurang lebih 5,2 kilometer,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT LMS Firdaus Azis memastikan pembangunan akses Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati dengan Tol Cipali akan mereka mulai pada akhir kuartal I atau Maret 2020.

PT LMS telah lama menyatakan kesiapan membangun tol akses sepanjang sekitar 6 kilometer itu menuju BIJB Kertajati demi kelancaran konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Kertajati.

Kesiapan itu menyangkut perizinan dari BPJT, Detail Engineering Design (DED), dan pendanaan.

Mengacu pada DED, akses tol ini akan dimulai dari KM 159 daerah Kalijati dan tembus di KM 152 Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dari arah Bandung.

Kunjungan Stabil

Ditemui di kantornya, kemarin, Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, mengatakan Bandara Kertajati tengah mengalami kunjungan penumpang yang stabil, bahkan terus meningkat pada akhir tahun ini.

Begitupun dengan Bandara Husein Sastranegara yang tetap melayani sejumlah rute domestik dan internasional.

“Kalau katanya Husein ingin diramaikan kembali, memang selama ini tidak ramai? Kalau menurut kami, Husein sejauh ini normal-normal saja, hanya ada pembagian dengan Kertajati,” kata Hery.

Hery mengatakan pihak yang menyatakan Bandara Husein Sastranegara jadi sepi setelah sebagian rutenya dipindah ke Bandara Kertajati, sebaiknya bisa memperlihatkan data.

Sebab, berdasarkan data di dinasnya, kata Hery, jumlah penumpang di dua bandara tersebut tetap stabil.

“ATR masih di sana bahkan ke Banyuwangi juga nambah. Rute internasional tetap di situ. Kita bicara data saja, kalau memang harus diramaikan, apa yang enggak ramai, masih ramai kok,” katanya.

Jikapun penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara terus ditambah, pihaknya mempertanyakan apakah bandara tersebut mampu menampung keramaian tersebut, termasuk untuk 10 tahun kemudian.

Sebab, sejauh ini, ujarnya, Husein kewalahan menambah rute penerbangan akibat padatnya penerbangan.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Bandung meminta agar bisa menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara yang disebut mati suri. Hilangnya penerbangan jalur luar pulau Jawa yang dipindah ke Bandara Kertajati disebut jadi penyebabnya.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Eddy Nasution, memastikan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat tidak ada itikad untuk membuat Bandara Husein Sastranegara jadi sepi. Pemindahan sejumlah penerbangan justru bisa membuat rute-rute penerbangan lain masuk ke Bandara Husein.

“Jadi kita mesti lihat ini lima tahun atau berapa tahun ke depan. Apakah Husein ini masih cukup menampung penambahan rute dan penumpang. Kenyamanan ini kan kurang. Untuk parkir saja sekarang sudah susah,” ujar Eddy.

Eddy mengatakan, pemindahan beberapa rute penerbangan ke Bandara Kertajati hanya masalah pembagian rute. Selama ini Bandara Husein pun masih mendapat banyak penumpang dan wisatawan khususnya Singapura dan Malaysia.

Beberapa rute di Pulau Jawa pun masih dan harapannya rute penerbangan di dalam Jawa bisa bertambah, seperti yang sudah dilakukan untuk penerbangan Bandung-Banyuwangi.

Keberadaan Bandara Kertajati, kata Eddy, justru baik bagi pertumbuhan perekonomian. Ini menandakan penggunakan pesawat terbang yang datang dan pergi dari suatu provinsi lebih banyak.

Pemerintah daerah nantinya tinggal berkoordinasi untuk memaksimalkan setiap bandara yang ada. Misalnya, Bandara Husein khusus penerbangan domestik Pulau Jawa dan beberapa penerbangan internasional. Kemudian Bandara Kertajati bisa dipakai untuk penerbangan umrah dan haji serta luar pulau. (syarif abdussalam)

SUMBER