Bandara Kertajati Raih Pembiayaan Rp 930 Miliar

TEMPO.CO, Bandung – Proyek Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, bakal mendapat pembiayaan Rp 930 miliar. Dana itu berasal dari reksadana penempatan terbatas (RDPT) yang penilaiannya sudah rampung. “Nilai itu berasal dari hasil penilaiannya,” kata Direktur Utama PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), Virda Dimas Ekaputra, di Bandung, Kamis, 29 Maret 2017.

Virda mengatakan, BIJB sudah mendaftarkan rencana penerbitan RDPT ke Otoritas Jasa Keuangan pada 20 Maret lalu. Pekan lalu, BIJB memaparkan rencana penerbitan RDPT itu ke OJK. “Kami punya waktu 45 hari kerja untuk membereskan administrasi, sosialisasi, sampai penjualan,” kata dia.

Baca: Konstruksi Terminal Bandara Kertajati Rampung November 2017

Menurut Virda, sudah ada sejumlah perusahaan dan lembaga dana abadi umat yang berminat membeli RDPT BIJB. Di antaranya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, PT Taspen (persero), dan beberapa perusahaan asuransi. “Bahkan asuransi asing yang punya kantor di Indonesia. Mudah-mudahan semuanya laku,” ujarnya.

Pemerintah menyetujui skema pembiayaan proyek Kertajati lewat RDPT pada September tahun lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat awalnya akan membiayai penuh pembangunan sisi darat bandara, seperti terminal penumpang. Namun karena biaya investasinya mencapai Rp 2,1 triliun pada tahap pertama, rencana itu berubah.

Simak: BIJB Yakin Bandara Kertajati Beroperasi Tahun Depan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan skema penerbitan RDPT, pemerintah pusat dan daerah bisa menghemat anggaran. Pemerintah pusat sebelumnya sudah mengeluarkan anggaran untuk membangun sisi udara bandara, seperti landasan pacu dan tempat parkir pesawat.

Dari kebutuhan dana proyek terminal penumpang tahap pertama sebesar Rp 2,1 triliun, 70 persen atau Rp 1,47 triliun berasal dari modal investor, modal pemerintah provinsi, dan penerbitan RDPT. Sisanya, dari pinjaman bank. BIJB menargetkan Bandara Kertajati sudah bisa beroperasi mulai Juli 2018. Uji coba pengoperasiannya pada Januari-Februari 2018.

Simak: Bandara Internasional Kertajati Selesai Akhir 2018

Saat ini, perkembangan proyek sisi darat bandara sudah mencapai 37,54 persen.BIJB membagi pengerjaannya dalam tiga paket. Paket pertama berupa jalan akses bandara hingga simpang susun menuju terminal yang sudah 73,65 persen. BIJB memperkirakan jalan akses ini sudah rampung pada Juli 2017.

Paket kedua berupa bangunan penunjang bandara dengan perkembangan proyek 43,52 persen. Bangunan penunjang akan rampung pada Agustus 2017, sementara perkembangan pembangunan terminal penumpang baru 26,57 persen. Virda menargetkan terminal sudah harus beres pada Desember tahun ini.

Simak: Kemenhub Gelontorkan Rp 240 Miliar untuk Bandara Kertajati

Di samping itu, lembaga pengatur lalu lintas udara AirNav Indonesia sedang mengerjakan infrastrukturnya. Perkembangannya sudah separuh jalan. Ihwal operator bandara, BIJB masih menuntaskan dokumen perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Keduanya berencana berkongsi dalam bentuk kerja sama operasi untuk mengoperasikan bandara tersebut

Pembahasan kerja sama itu masih alot di bagian lingkup pekerjaan masing-masing. Angkasa Pura II berencana menggarap operasi dan perawatan bandara, sementara BIJB bakal memegang bagian komersial. Perkara biaya kerja sama juga belum beres.Pada tahap awal, semua operasi bandara akan diserahkan kepada Angkasa Pura II.

AHMAD FIKRI(BANDUNG) | KHAIRUL ANAM

Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/03/31/090861207/bandara-kertajati-raih-pembiayaan-rp-930-miliar (31 Maret 2017 / 15.43 WIB)