BIJB AD Gandeng WIKA Garap Kawasan Aerocity

BANDUNG,- PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Aerocity Development (AD) menjalin kerja sama usaha patungan (joint venture) dengan PT Wijaya Karya, Tbk (Wika). Kemitraan kedua belah pihak ini adalah kerja sama untuk pengembangan kawasan aerocity yang akan menjadi penyangga Bandara Kertajati, di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.‎

Kerja sama tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT BIJB AD dengan PT Wika (Persero) Tbk, di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin 15 Januari 2017. MoU ditandatangani langsung Direktur BIJB AD Alfiansyah dan Direktur Operasional II Wika Destiawan Soewardjono yang disaksikan jajara para komisaris dan direksi.

“Dengan adanya penandatanganan ini kami mempunyai optimisme yang tinggi bahwa dengan adanya kerja sama dengan Wika pengembangan aerocity ke depannya akan lebih mudah,” kata Alfiansyah.

Kertajati Aerocity yang akan mengusung konsep kawasan aerotropolis ke depannya diprediksi akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat, khususnya di kawasan utara dan timur Jawa Barat. 

‎Kedudukan Aerocity berada dua kilometer dari area bandara. Dengan luas mencapai 3.480 hektare atau dua kali lipat dari luas bandara, kawasan khusus ini akan terbagi ke dalam enam klaster.

Klaster tersebut yakni Aerospace Park, Logistic Hub, Creative Technology Center, Business Park, Energy Center dan Residential Area. BIJB AD bersama WIKA  yang berpengalaman dibidang infrastruktur dan pembangunan nantinya akan mengembangkan cluster Logisic Hub yang akan menjadi pusat logistik baru di Indonesia.

“WIKA merupakan mitra strategis kami khususnya untuk pengembangan klaster Logistic Hub. Dengan keahlian serta pengalaman yang dimiliki WIKA ini akan dengan mudah mengembangkan kawasan aerocity,” sebut Alfi.

Direktur BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, kerja sama antara BIJB AD dengan WIKA ini akan menjadi akselerasi tumbuhnya kawasan baru dalam pengembangan bisnis untuk jangka panjang. Tentu hadirnya sejumlah mitra dalam pengembangan aerocity harapannya bisa selaras dalam mendukung kebutuhan penunjang beroperasinya Bandara Kertajati pada pertengahan 2018 ini.

“Kami sangat mendukung kerja sama ini karena aerocity ini memang merupakan pengembangan yang membutuhkan banyak mitra. Dengan kerja sama ini kita berharap aerocity di Kertajati bisa benar-benar menjadi mesin yang mengakselerasi perekomonian daerah, yang mana ini sangat relevan dengan hadirnya Bandara Kertajatii yang akan kita soft launching April dan beroperasi penuh Juni 2018,” ujar Virda yang juga komisaris dari BIJB AD ini.

Destiawan Soewardjono menambahkan, kerja sama logistik dengan BIJB AD ini tentu sejalan dengan apa yang sedang dikembangkan oleh anak perusahaannya WIKA Realty. Sebagai langkah awal WIKA akan menggarap lahan seluas 50 Ha dari 400 Ha dibutuhkan.

“Wika ini kalau hanya mengandalkan konstruksi infrastruktur bisa mengalami stak. Sekarang industri lainnya. Logistik enggak jauh dari bisnis WIKA. Yang utama kia menyiapkan prasarananya. Pengembangan kawasan ini, untuk Logistik bisnis strategis yang potensinya sangat bagus,” ujarnya.

“Pengembangan tahap awal akan digarap 50 Ha. Untuk suport operasional BIJB. Dana yang disiapkan saya belum hitung detil. Kita siapkan pembebasan lahan itu karena kita akan buat master plan,” imbuhnya.

 

Tentang perusahaan

BIJB AD merupakan anak perusahan dari PT BIJB, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  yang dibentuk pada 24 November 2014. BIJB yang sahamnya dimiliki mayoritas oleh Pemprov Jabar diberi tanggung jawab untuk pembangunan sisi darat serta pengembangan dan pengoperasian Bandara Kertajati. BIJB AD dibentuk seiring dengan akan hadirnya kawasan Aerocity dengan mengaplikasikan konsep aetropolis pertama di Indonesia. Kehadiran aerocity ini juga akan mengintegrasi perencanaan kota, bisnis, serta maksimalisasi penggunaan transportasi massal. Konsep ini sangat relevan dengan hadirnya Bandara Kertajati yang ditargetkan beroperasi pada pertengan 2018 ini.

Sementara WIKA merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah berpengalaman dalam bidang infrastruktur dan pembangunan sejak 1960. Portofolio perusahaan berstatus Persero itu memiliki jejak positif baik dalam dan luar negeri. WIKA dalam perjalanannya kerap melakukan terobosan dan hingga dewasa ini terus berevolusi menjadi perusahaan yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan diantaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, WIKA Realty.‎