Garuda ikut kembangkan pesawat R80 rancangan Habibie di Bandara Kertajati

Anak usaha PT Garuda Indonesia, GMF AeroAsia (GMF) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan manufaktur pesawat asal Indonesia, Regio Aviasi Industri (RAI) terkait dengan pengembangan pesawat R80.

Nota kesepahaman yang berlaku hingga dua tahun ini, mencakup beberapa aspek termasuk pengembangan program perawatan pesawat, layanan fasilitas dan suku cadang, pengembangan sumber daya manusia (manpower), kajian pengembangan bisnis Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) di Kertajati Jawa Barat, serta authorized maintenance center.

Dalam siaran persnya, Richard Budihadianto menyatakan, GMF akan menjadi pusat resmi perawatan pesawat R80. Kerjasama ini komitmen GMF untuk mendukung program nasional dalam mengembangkan industri penerbangan di Indonesia.

Ia menegaskan, nota kesepahaman ini memiliki potensi yang sangat luas untuk dikembangkan termasuk melakukan riset dan pengembangan dalam bidang MRO serta perintisan usaha bisnis baru ke depannya. “Pesawat R80 memiliki prospek yang baik. Hal ini tentunya memberikan dampak yang baik juga bagi GMF, ” ujarnya dalam siaran pers yang diterima bandungkita.net, Kamis (18/2).

Pesawat R80 merupakan pesawat turbopop buatan Indonesia rancangan B.J Habibie. Pesawat ini rencananya akan siap menjalani uji coba terbang dan sertifikasi pada tahun 2019 mendatang. Dalam menghadapi persiapan tersebut, GMF berperan dalam memberikan dukungan penuh untuk mempersiapkan perawatan pesawat R80.

GMF menilai, pertumbuhan pasar perawatan pesawat di Indonesia memiliki prospek dengan rata-rata pertumbuhan pasar sebesar 12,3 persen sampai tahun 2020. GMF sudah memiliki modal penting berupa lebih dari 25 sertifikasi dari otoritas penerbangan baik dari domestik maupun internasional seperti FAA, EASA, dan CASA. Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan kapabilitas GMF dalam industri perawatan pesawat.

Sumber: http://bandungkita.net/2016/02/garuda-ikut-kembangkan-pesawat-r80-rancangan-habibie-di-bandara-kertajati/ (18 Februari 2016 / 16.05 WIB)