Kertajati Jadi Bandara Haji, DPRD Majalengka Minta Labkesda Segera Lengkapi Sarana

Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka mendorong sarana dan prasarana di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dilengkapi. Hal itu menurut DPRD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

“Kita rekan-rekan komisi II mendukung saat rapat kerja agar Labkesda Majalengka dioptimalkan lagi, karena ini merupakan potensi pendapatan. Sekarang jangan kalah oleh swasta dan harus bisa mengikuti,” kata Sekretaris Komisi II DPRD HM Hanurajasa Tatang Riana.

Menurutnya, Majalengka kedepan akan menjadi kota besar dengan kemajuan aerocity dan beroperasinya BIJB. Jika dilihat dari pelayanan haji saja, pemeriksaan kesehatan calon haji bisa dimaksimalkan untuk bekerja sama dengan pihak ketiga terutama sejumlah rumah sakit swasta di Cirebon, dan pendapatan masuk ke Cirebon.

Untuk medical check up di luar vaksinasi, rata-rata setiap orang atau jamaah haji dikenakan biaya Rp350 ribu. Jika dikalikan jumlah jamaah per tahun 1.000 orang sudah masuk pendapatan Rp350 juta dari medical check up saja dan belum dari pendapatan lainnya.

“Kami akan terus gali potensi-potensi lain agar masuk ke kas daerah. Selama ini khusus di Labkesda ada beberapa alat masih dikerjasamakan dengan pihak lain. Misalnya rekam medis jantung kerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta di Cirebon. Itu pendapatannya tidak masuk ke Pemda Majalengka,” tukasnya.

Banyaknya perusahaan atau industri merupakan momentum atau pangsa pasar, untuk menambah PAD dari sektor pemeriksaan kesehatan. Pihaknya mengaku mendorong Banggar agar memberi Dukungan terhadap Labkesda, agar potensi PAD tidak hilang apalagi sampai masuk ke kabupaten lain.

 

 

Sumber : http://www.radarcirebon.com/dprd-minta-labkesda-segera-lengkapi-sarana.html