Menanti Cisumdawu, Pemerintah Gratiskan Damri ke Bandara Kertajati Setahun

MAJALENGKA,- Dukungan besar kepada Bandara Internasional Kertajati terus ditujukan pemerintah. Sambil menanti Tol Cisumdawu sebagai konektivitas utama ke Kertajati yang bisa dimaksimalkan tahun 2020, kompensasi diberikan dengan memberikan layanan moda transportasi gratis.

Utilitas Bandara Kertajati ini memang memang menjadi konsentrasi pemerintah pusat dan daerah agar Bandara ini bisa maksimal dari segi pengoperasian. Sebab Bandara Kertajati ini bisa menjadi tonggak dari pada segitiga rebana yang sedang dirancang untuk menumbuhkan ekonomi baru di timur Jawa Barat.

Dalam kunjungan ke Bandara Kertajati Sabtu 6 Juli 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dirinya diberi mandat langsung Presiden Joko Widodo untuk terus menggenjot Bandara tersebut baik dari pengoperasian maupun infrastruktur pendukungnya.

“Saya ditugaskan ke sini oleh Pak Presiden bahwa Bandara ini harus bisa digunakan secara maksimal. Bahkan kemarin kami di Manado, kita ada rapat kecil bersama Pak Menteri PUPR, berkaitan dengan aksesibilitas,” kata Budi  yang tampak didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Dirjen Perhubungan Udara Polana Pramesti, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur PT BIJB Muhamad Singgij serta pejabat Provinsi Jabar.

Tol Cisumdawu yang dinanti-nanti untuk konektivitas utama warga Bandung dan sekitarnya ini terus dalam akselerasi pengerjaan. Maka untuk keberlangsungan bandara pemerintah merangkul stake holder dengan pemberian subsidi Damri Gratis untuk tiga daerah pertama di Jawa Barat.

“Aksebilitas dari Bandung ke kertajati harus lebih bersahabat lagi sambil menunggu Tol Cisumdawu beres. Jadi satu tahun pemerintah pusat akan mensubsidi damri gratis, karena skrg hanya satu bulankan. Paling tidak Karawang, Cirebon, Bandung dan satu lagi kami serahkan (pemerintah daerah),” ujar Menhub.

“Pihak AP 2 dan Dirjen Kementerian Perhubungan juga usulan mengadakan flight Bandung ke Kertajati. Kita kerja sama dengan heli taksi. jadi kalau memang ada yang mau ada layanan eksekutif sehingga ada pilihan,” kata Menhub.

Dalam kunjungan tersebut Budi yang berkemeja putih menyapa langsung masyarakat yang bepergian menggunakan Bandara dengan nilai investasi Rp 2,6 triliun ini. Mulai dari penumpang di area ruang tunggu keberangkatan, antrean tiket sampai penggunaan moda. Dari beberapa yang disapa Menhub menyatakan bahwa kebermanfaatan Bandara ini sudah mulai terasa.

“Dari apa yang kita lihat load factor itu naik dari 50 persen ke 70 persen. itu menandakan bahwa penataan diminati atau relatif diterima masyarakat yang ditandai dengan bertambahnya penumpang,” imbuhnya.

Maka dari itu pihaknya meminta Pemprov Jabar, PT BIJB dan PT Angkasa Pura 2 bisa terus menggenjot promosi dengan komoditas potensi-potensi yang dimiliki di wilayah sekitar Bandara. Budi mencotohkan Cirebon yang sudah tumbuh dan dikenal dengan wisata kuliner, dan budayanya harus ditonjolkan.

“Pemda Jabar menjadi yang terdepan untuk melakukan promosi secara tidak langsung mempromosikan pariwisata dengan Kertajati. Cirebon bisa menjadi titik kekuatan promosi,” jelasnya.

Sejak adanya penataan rute 1 Juli lalu antara Bandara Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara geliat dua bandara ini mulai berimbang. Movement pesawat seharinya di Bandara Kertajati rata-rata mencapai 35 kali. Pergerakan pesawat itu menimbulkan pergerakan penumpang mencapai 4.000. “Ini suatu angka signifikan. Klo disimpulkan pergerakan itu udh tumbuh lima kali lipat sebelum ada pengkondisian traffic,” terang Awaludin.

Uu Ruzhanul mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mensosialisasikan Bandara ini agar signifikan dari peningkatan penumpang dan meminta pemda menangkap peluang agar kepala daerah di Jawa Barat bisa terus berbenah.

“Saya akan perintahkan kepala daerah untuk sosialisasikan kepada warganya termasuk mengharapkan juga kepada sebagian kepala daerah di Jawa Tengah,” kata Uu.

Saat tinjauannya ke Kertajati, Uu pun menyempatkan menanyai beberapa penumpang. Mereka mengaku senang karena walaupun perjalanannya lebih jauh tapi tidak ada hambatan seperti macet.

“Saya optimis Kertajati akan berkembang dan diminati. Tadi kata beberapa penumpang mereka senang karena tidak macet, wilayahnya pun asri, fasilitas juga bagus, mereka mengaku puas, saya kira itu mewakili,” jelas Uu.

Direktur PT BIJB Muhamad Singgih melanjutkan, pihaknya saat ini terus menyempurnakan layanan moda transportasi untuk menjangkau lebih banyak daerah di Jawa Barat. Saat ini ada 12 mitra dan 9 rute (Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, Cikarang, Indramayu, Kuningan, Cirebon, dan Majalengka) yang sudah bisa menjangkau Bandara Kertajati dengan pilihan armada bus dan shuttle serta taksi online.

Selain itu area komersil Bandara akan terus bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah penumpang dan penerbangan dari Kertajati. “Ada 197 unit armada yang sudah melayani penumpang di Kertajati ini. Kita harapkan ini terus bertambah. Ini juga sambil kita menginformasikan bahwa area tenant kita mulai banyak yang akan buka juga,” tutur Singgih/HUMAS PT BIJB.