Menhub Apresiasi Pola Pembiayaan Pembangunan Bandara Kertajati

Proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kertajati, Kabupaten Majalengka, diapresiasi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. PT BIJB selaku pelaksana pembangunan bandara dinilai mampu menghimpun dana yang tidak tergantung sepenuhnya pada kocek negara.

“BIJB ini bagus pada saat itu akan membuat (bandara) dan menentukan satu skema (pembiayaan),” kata Budi Karya Sumadi saat memberikan kuliah umumnya yang dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai kampus, di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Bandung, Rabu 15 November 2017.

PT BIJB sendiri dalam mendanai pembangunan bandara internasional ini menyedot sekitar Rp 2,6 triliun dengan menggunakan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Dipertengahan semester lalu, PT BIJB mendapat bantuan pembiayaan senilai Rp 906 miliar dari sindikasi perbankan syariah. ‎

Sindikasi perbankan syariah ini terdiri dari gabungan tujuh perbankan syariah, yakni Bank Jateng Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Sulbar Syariah, Bank Kalbar Syariah, Bank Sulbar Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank Kalsel Syariah, dan Bank Jabar Banten (BJB). 

Lantaran berstatus BUMD Pemprov Jabar, pembiayaan bandara tersebut juga tetap dibantu pemerintah provinsi Rp 808 miliar. Status pemerintah provinsi di sini menjadi pemegang saham mayoritas. Adapun sisanya melalui ekuitas reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Dengan begitu seluruh kebutuhan pembangunan bandara bisa tercukupi.‎

‎Seluruh suntikan alokasi tersebut digunakan untuk pembanguan infrastruktur yang hingga saat ini secara umum pembangunan Bandara Kertajati secara fisik sudah mencapai 67 persen. Target konstruksi fisik bisa selesai awal 2018 mendatang.

Dia memuji dengan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT BIJB yang nantinya bertanggung jawab untuk mengelola kawasan aerocity. Pihaknya pun mendorong BUMD lainnya bahkan BUMN untuk bisa menerapkan skema sama dalam pembiayaan infrastruktur.

‎‎”Oleh karenanya kita dorong BUMN, BUMD , swasta ikut dalam pembangunan infrastruktur. Karena selama ini Bandara kita butuh. Gubernur (Jabar Ahmad Heryawan) ini tekadnya baik,” imbuhnya.

‎Dia menambahkan, kehadiran Bandara Kertajati yang akan beroperasi akan menjadi bandara masa depan. Bahkan diawal beroperasi pada 2018 mendatang bandara tersebut diyakini akan bisa melayani penerbangan haji dan umroh.

‎”Sedangkan (Bandara) Kertajati selama ini konsentrasi warga Jawa Barat ke Jakarta, sekarang menjadi pusat bandara baru di mana kita juga akan tetapkan haji asal Jakarta dan Jawa Barat ke sana semuanya,” tambah Budi.