Indonesian

Mengenal Pesona Indah Misteri Gunung Tilu Girimukti

 

Mengunjungi destinasi wisata di wilayah Kabupaten Majalengka yang juga mempunyai sebutan ‘Kota Angin’ tentu identik dengan menemui beragam lokasi yang berhubungan langsung dengan alam berupa : Gunung, curug, terasering sawah, danau atau pun lokasi wisata alam lainnya.

 

Misteri adanya keberadaan Gunung Tilu di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka ini pun kini mulai dilirik untuk dijadikan kawasan lokasi wisata alam. Apalagi lokasi jalan  dan infrastuktur menuju destinasi itu kini sudah baik. Sehingga traveler maupun wisatawan pun dapat menyambangi gunung yang penuh misteri ini.

 

Pesona indah pun dapat ditemui ketika para pelancong hadir di kawasan ini, sebab dapat menikmati Sunres dan Sunset dari tempat ini. Bahkan dari ketinggian gunung batu setinggi 50 meter ini pun Kota Majalengka dapat terlihat dengan jelas. Tentu bagi traveler dapat mengabadikan keindahan pesona alam itu untuk Instagramable.

 

Asal usul adanya Gunung Tilu di Desa Girimukti ini memang ada beberapa kisah misteri di dalamnya. Konon menurut warga desa di sekitar gunung dari mulut kemulut, riwayatnya gunung batu di blok Cibatu itu di zaman dulu awal kisahnya di lokasi gunung tersebut terdapat tegalan sebagai pasar yang cukup besar.

 

Alkisah kemudian di masa itu ada seorang kakek yang sedang berjualan minyak tanah di pasar itu. Kemudian tersenggol seekor kuda sembrani, lalu tiba-tiba dari peristiwa itu muncullah dan berubah menjadi Gunung Tilu di masa itu. Kemudian seiring bergantinya waktu dan zaman hingga masa kini pun gunung itu tetap ada. Berupa gunung yang berupa susunan batu besar.

 

Gunung yang berjumlah tiga itu pun semuanya mempunya ciri khas dan karakter yang berbeda-beda. Bukit satu nyaris semuanya berupa tebing, bukit satunya lagi seperti mirip berupa batu-batuan yang menumpuk dan bukit terakhir selayaknya seperti bukit-bukit biasa yang dapat dilihat.

 

Salah satu kegiatan yang eksotis, langka dan membuat wisatawan  datang ke destinasi di gunung ini adalah ketika adanya pagelaran budaya lokal setempat kerjasama pemerintah daerah dengan pemerintah Desa Girimukti. Apakah acara itu?  Ya, berupa pagelaran ‘Festival Kawin Batu di Gunung Tilu’. Festival ini digelar karena ‘Kawin Batu’ merupakan salah satu peninggalan budaya dari para leluhur setempat yang di dalamnya memiliki pesa-pesan moral untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Tentu untuk mendatangi destinasi ini wisatawan dari luar Majalengka  jika perjalanan awal dari Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati maka waktu tempuh menuju lokasi selama 37 menit dengan jarak tempuh  24,5 km melalui rute Jl. Kertajati – Kadipaten.