JAKARTA, KOMPAS.com -  Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo-Palimanan ( Cipali) dipercepat konstruksinya. Akses BIJB Kertajati ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi yang mencakup Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

 

Pada gilirannya segitiga kawasan yang merupakan sentra industri Nasional ini akan saling terkoneksi dan meningkatkan daya saing Nasional. Tol yang menghubungkan kawasan Kertajati dengan Bandung tersebut ditargetkan dapat beroperasi akhir tahun 2021 atau paling lambat 2022. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dibangunnya Tol Akses Bandara diharapkan dapat mendukung konektivitas menuju ke BIJB sehingga berkontribusi mengembangkan kawasan Kertajati.

"Dengan rampungnya Jalan Tol Cisumdawu pada 2021 yang tersambung dengan ruas tol akses BIJB, maka akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

 

Dengan konektivitas yang semakin lengkap, operasionalisasi BIJB diyakini semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Pembangunan jalan tol akses menuju BIJB Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cipali dimulai dari KM 158+700. Pembangunan Akses BIJB Kertajati yang merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Cipali, dirancang sepanjang 3,38 kilometer.

 

Secara teknis, tol ini akan dilengkapi dengan tujuh ramp yang akan menghubungkan bandara dengan Jalan Tol Cipali dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Selain itu, 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan.

 

Konstruksi ruas tol ini mulai dibangun sejak kontrak pekerjaan 28 September 2020 dengan masa pelaksanaan 305 hari kalender. Progres pembangunan hingga 20 Desember 2020 telah mencapai 34,72 persen atau lebih cepat dari rencana sebesar 34,61 persen. Pembangunannya dilaksanakan PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi dan juga PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT ACSET Indonusa Tbk. selaku kontraktor pelaksana dengan nilai proyek Rp 692 miliar.
 

Indonesian

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.