Pemprov Jabar Dorong Terus Kertajati Tanpa Mematikan Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Lain

BANDUNG, (PR), – Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar, Eddy IM Nasution mengatakan, Bandara Kertajati tidak sepi penerbangan.

Menurut Eddy, sejak pekan lalu jadwal penerbangan sudah terisi penuh.

“Bukan karena akhir tahun. Tapi ternyata orang Cirebon sudah banyak yang menggunakan Kertajati, ya becoming better,” kata dia, di Gedung Sate Bandung, Selasa, 10 Desember 2019.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat jika Kertajati dan Patimban sudah menjadi satu kawasan besar dan berfungsi betul pasti Kertajati akan ramai.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun Bandara Kertajati guna memenuhi kebutuhan angkutan udara yang dipastikan akan meningkat.

Bandara Husein Sastranegara yang dipastikan sulit dikembangkan lagi, mengingat terbatasnya kapasitas bandara milik militer yang melayani penerbangan komersial sejak 1974 itu.

Dia menuturkan, dengan tujuan tersebut pihaknya tidak memungkiri masih ada anggapan niatan pemerintah tidak efektif. Di antaranya, masalah jarak tempuh dan turunnya tingkat kunjungan ke Bandung.

Sementara, pihaknya wajib mendorong Bandara Kertajati berkembang tanpa mematikan Bandara yang sudah ada. Bahkan, pihaknya mendukung jika bandara baru akan dibangun atau dikembangkan di Jabar.

“Kalau kita bicara proyeksi, Bandara Husein itu apakah mampu untuk melayani lima sampai 10 tahun ke depan? Kita harus berpikir kedepan. Kemudian makin yang banyak ke sana itu susah, parkir aja susah. Itu realita yang ada. Betul AP2 (PT Angkasa Pura) belum nutup di situ (Husein) karena dia invest di sana. Tapi kita kita berpikir kedepan bahwa angkutan ke depan angkutan penumpang via udara makin lama makin meningkat,” ujarnya.

Diakui Eddy, Kota Bandung saat ini memang menjadi tujuan wisatawan mancanegara terbesar dan bukan Kertajati.

Wisatawan dari Singapura dan Malaysia masih berpikir ke Bandung karena mereka berpikir bisa datang pagi pulang sore. Polanya seperti itu karena mereka fokus untuk belanja.

“Artinya itu wisatawan tidak bisa kita jaring stay-nya lama. Lenght of stay-nya kecil, tidak nyampe satu hari. Hotel pun enggak dipake. Jadi dari sisi wisata sebetulnya kecil. Coba kalau ke Kertajati pasti dia nginep, kalau mau strateginya gitu, ” ujar dia.

Perlu diingat, lanjut dia, pihaknya bukan ingin mematikan Bandara Husein. Menurut dia, semakin banyak bandara di Jabar semakin bagus tinggal dibagi-bagi saja rutenya. “Mana yang internasional dengan pesawat wide body, yang umrah dan haji nanti di sana (Kertajati). Nanti ke depan, haji di sana sudah bisa,” ucap dia.

Eddy pun mengingatkan pihaknya perlu mengembangkan wilayah Jabar. Jabar itu tidak hanya Kota Bandung, Majalengka pun bagian dari Jabar.

“Tak ada wacana tutup Husein, makin banyak bandara makin bagus, kalau di Karawang akan ada bandara saya dukung,” kata dia. ***

SUMBER