Penyelesaian BIJB Butuh Dukungan Pemerintah

MAJALENGKA, KOMPAS — Sejumlah masalah, seperti pengadaan lahan dan sarana pendukung, masih menyelimuti pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Dibutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan bandara yang ditargetkan beroperasi 2018 itu.

Menurut Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra, saat ini pembangunan sisi darat bandara masih sesuai jadwal, yakni 40 persen. “Kendalanya saat ini adalah lahan dan pembangunan akses ke tol, seperti Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan),” ujar Virda di Majalengka, Minggu (16/4).

BIJB ditargetkan beroperasi pada Februari 2018 dan akan menjadi bandara terbesar di Jabar. Dengan jumlah penduduk sekitar 47 juta jiwa, Jabar sangat potensial. Apalagi, tahun 2016 lalu, sekitar 20 persen dari 800.000 peserta umrah berasal dari Jabar. BIJB nantinya ditargetkan dapat menampung pesawat Boeing 737 dan melayani 2,7 juta orang per tahun.

Saat ini, dari 1.800 hektar kebutuhan bandara, 800 hektar lahan belum dibebaskan. Sosialisasi kepada warga yang lahannya terdampak sudah dilakukan Pemprov Jabar. “Tinggal kesiapan dana saja,” kata Virda.

Selain itu, akses ke bandara melalui Tol Cisumdawu juga perlu segera diselesaikan. Virda mengatakan, jalan tol itu penting untuk menggaet pasar di daerah Jabar bagian tenggara dan selatan, termasuk Kota Bandung.

Fikri Arif, pejabat pembuat komitmen Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan, target tahap pertama pembangunan sudah rampung hingga 80 persen. Pihaknya telah mengajukan usulan dana Rp 600 miliar untuk penyelesaian pembangunan sisi udara.

Sumber: https://kompas.id/baca/nusantara/2017/04/17/penyelesaian-bijb-butuh-dukungan-pemerintah/ (17 April 2017 / 16.22 WIB)