Percepatan Tol Cisumdawu Bisa Optimalkan Fungsi Bandara Kertajati

BANDUNG, (PR),- Terkait gagalnya pemberangkatan haji tahun 2019 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka, pelayanan bandara harus lengkap karena mereka merupakan tamu Allah. Hal tersebut dikatakan Wakil ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana, Selasa 11 Juni 2019 di Bandung.

Haris mengingatkan, Pemprov Jawa Barat harus memberikan pelayanan yang ekstra pada tamu Allah, maka bandara harus disempurnakan semua sarana dan prasarananya untuk mengejar pemberangkatan haji 2020.

“Ketika kita bicara tentang tamu Allah maka Pemprov harus berikan satu servis yang sangat memuaskan. Calon haji itu bukan tamu kita tapi tamu allah,” ujar Haris.

Bilamana infrastruktur penunjang telah memadai dengan adanya akses Tol Cisumdawu maka BIJB bukan hanya dapat memberangkatkan jemaah haji. Namun, tambah dia, bandara yang berada di Kertajati, Kabupaten Majalengka itu pun dapat digunakan oleh pesawat komersial dengan optimal.

Poin lainnya, dia sampaikan, yaitu terkait embarkasi haji jangan sampai asal-asalan. “Bikin lah yang bagus di sana. Kalau saya mendukung masyarakat Jabar embarkasinya semua ke Kertajati,” katanya.

Disinggung terkait rencana embarkasi haji di Indramayu, menurut Haris, idealnya berada di dekat bandara atau tidak jauh dari Kabupaten Majalengka. Paling memungkinkan, yaitu di kawasan Aerocity Kertajati. “Embarkasi belum siap ya, ya harus dekat bandara lah. Ini kan Aerocity itu. Harus direncamakan,” katanya.

Lebih lanjut, dengan urungnya penerbangan haji dari BIJB pada tahun ini Pemprov dapat mengambil hikmahnya dengan memastikan agar 2020 nanti dapat digunakan dengan maksimal.

“Kemarin ketika (BIJB) itu direncakan (penerbangan haji) saya juga berpikir khawatir juga nanti jamaah hajinya sengsara,” tutur dia.

Harus ada penetapan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pihaknya menargetkan pada 2020 nanti BIJB digunakan untuk jamaah haji. Sementara umrah antara bulan Agustus sampai September 2019.

Agar target 2020 itu dapat dipenuhi, Iwa katakan, sebelumnya harus ada penetapan terlebih dahulu dari Kementerian Agama RI.

“Saya sudah minta bulan Juni dan beliau (Kakanwil Kemenag Jabar) sudah berjanji bulan Juni penetapan itu bisa selesai,” ujar Iwa kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Diketahui, Kemenag RI menyatakan BIJB tidak dapat digunakan untuk keberangkatan haji tahun ini karena tak mungkin mengubah perjanjian bilateral antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.Selain itu terlalu banyak instansi dalam negeri dan luar negeri yang perlu dilibatkan, sehingga pengurusannya tidak dapat dilakukan dalam tempo singkat.

Berdasarkan rapat dengan Kemenag, Iwa mengatakan bahwa embarkasi haji semakin pasti akan dibangun di Kabupaten Indramayu. Menjadi pertimbangan utama karena Pemkab Indramayu telah memberikan hibah lahan seluas 8 hektare beserta sertifikatnya.

“Sehingga atas dasar tersebut, maka Kementerian Agama menetapkan embarkasi haji adanya di Kabupaten Indramayu. Berada sekitar 40 kilometer dari Bandara Kertajati dengan jarak tempuh 30 menit,” ujarnya.

Sebagai kelengkapan fasilitas di embarkasi di Indramayu, Pemprov Jabar diminta oleh Kemenag membangun masjid untuk jamaah. Permintaan khusus ini dikeluarkan karena Kemenag memiliki keterbatasan dana.

“Hal ini segera diusulkan ke Gubernur dan DPRD, agar pembangunan masjid menjadi anggaran di APBD 2020,” kata Iwa.

“Kemenag juga meminta bantuan untuk dibangunkan pagar sepanjang kawasan embarkasi. Serta untuk pagar seluruh kawasan embarkasi haji direncanakan hibah dari Pemda Kabupaten Indramayu,” tuturnya.

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2019/06/12/percepatan-tol-cisumdawu-bisa-optimalkan-fungsi-bandara-kertajati