Profil Bandara

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka berjarak sekitar 68 km dari Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat. Ditempatkan secara strategis di sekitar area berkembang Jawa Barat, aksesibilitas Bandara Kertajati ini terjamin dengan adanya jalan raya dan kereta api yang menghubungkan Bandung, Kertajati, dan Cirebon serta jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) untuk menghubungkan Bandung dan Kertajati; Jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang menghubungkan Kertajati dan Kawasan Industri Karawang; dan juga jalur langsung menuju pelabuhan Cirebon.

Tampak Udara Wilayah Bandara Kertajati

Bandara Kertajati secara keseluruhan dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha dan pembangunannya dibagi ke dalam tiga tahap. Saat ini pembangunan baru terselesaikan ditahap 1A dengan luas terminal 96.200 meter persegi. Adapun ultimate terminal bandara yang mengusung konsep burung merak ini mencapai 209.500 m persegi.

Checkin Hall

Sejak diresmikan pada Mei lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan resmi dioperasikan Juni 2018, Bandara Kertajati kini baru memiliki satu landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter. Runway ini akan bertambah menjadi 3.500 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380-800. Ditahap akhir bandara ini akan memiliki dua landasan pacu.

Dome Pohon Jati

Dengan kapasitas tersebut Bandara Kertajati bisa melayani 5,6 juta penumpang per tahunnya dan akan bisa menampung 18 juta lalu lintas penumpang di tahun berikutnya. Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin meminati sarana transportasi berbasis udara, bandara dengan nilai investasi Rp 2,6 Triliun ini tentu bisa menjamin memenuhi kebutuhan perjalanan udara di masa mendatang.

Boarding Lounge

Bandara pemilik three letter code KJT ini, diawal pengoperasian ini ditargetkan bisa membuka 14 rute baik domestik ataupun internasional. Termasuk layanan penerbangan ibadah umroh sudah bisa dirasakan dari bandara kebanggaan warga Jawa Barat pada akhir tahun ini.

Tingginya mobilitas orang otomatis akan membawa pergerakan barang. Bandara ini diawal pengoperasian juga menyediakan kargo dimana awal pengoperasian 0,004 juta ton satu bisa terlayani. Sedangkan kargo keseluruhan di BIJB akan diperluas hingga mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2045.

Spesifikasi Pembangunan BIJB