PT BIJB dan PDAM Kab. Majalengka Teken MOU

BANDUNG. PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) kembali secara resmi menambah daftar mitra strategisnya, kali ini PDAM Kab. Majalengka yang sepakat untuk bersinergi bersama dalam mewujudkan Bandarudara Internasional Jawa Barat.

Penandatangan Nota Kesepahaman telah dilakukan oleh kedua belah pihak di Hotel Geulis Bandung pada hari Senin, 20 Juni 2016.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT BIJB, Yon Sugiono Kahfie. Sedangkan dari pihak PDAM Majalengka diwakilkan oleh Ir. H. Agus Andri Subandri, M.Si selaku Direktur.

Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan sebagai pedoman untuk koordinasi dalam perencanaan pengembangan Sarana Penyedia Air Minum (SPAM) di BIJB Kertajati oleh PDAM Kab. Majalengka. Sebelumnya telah diadakan pertemuan antara kedua belah pihak, dan PDAM Kab. Majalengka menyanggupi untuk menyediakan supply air untuk kebutuhan BIJB Kertajati.

Yon menuturkan pembangunan Bandara Internasional Kertajati ini diagendakan harus selesai pada November 2017 sehingga harus bekerjasama dengan pihak yang telah siap untuk mendukung pembangunan bandara tersebut.

“Dan PDAM Kabupaten Majalengka ini merupakan salah satu pihak yang siap mendukung rencana kami terutama dalam hal penyedian air bersih, artinya tidak mungkin bandara ini berjalan tanpa adanya dukungan air bersih,” ujar dia.

Menurut dia PDAM Majelengka saat ini sebelum pengembangan sudah mampu menyediakan air bersih dengan kapasitas 150 liter per detik sementara yang terpakai oleh masyarakat baru sekitar 25 liter per detik.

“Sedangkan kebutuhan air untuk bandara ini 60 liter per detik, walaupun tahap awal 30 liter per detik. Jadi kami melihat PDAM Majalengka sudah siap akan hal ini dan untuk pengembangannya dibutuhkan lebih besar lagi setelah aero city jadi PDAM Majalengka bekerjasama dengan BUMD Jabar yakni PT TGR untuk memproduksi air dari Waduk Jatigede,” katanya.

Sementara itu Direktur PDAM Kabupaten Majalengka Agus Andri Subandri menuturkan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi Bandara Internasional Kertajati tersebut maka akan dipasang pipa sekitar 5 km.

“Jadi letak pipa kami yang ada terdekat menuju Bandara Kertajati itu ada di ujung pemukiman Desa Kertajati dan Desa Bandarjati. Jadi tinggal disampungkan saja sekitar 5 km dari salah satu desa tersebut. Kita tinggal menunggu dari PT BIJB titiknya mau di mana,” kata dia.

Agus menuturkan total nilai investasi untuk mengembangkan sarana penyediaan air bersih di Bandara Internasional Kertajati tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar.

PT BIJB yang merupakan BUMD bentukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai dengan tugasnya yang tertuang dalam Perda Nomor 22 Tahun 2013 untuk mengelola, membangun, dan mengembangkan BIJB Kertajati telah menjalin banyak rekanan bisnis. Salah satunya kali ini dengan PDAM Kab. Majalengka. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan satu dari sekian banyak kerjasama strategis yang akan dijalin oleh PT BIJB kedepannya untuk mewujudkan Bandarudara Internasional kebanggaan rakyat Jawa Barat.