BIJB Tandatangani MoU dengan PT JAS

MAJALENGKA, (PR).- PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) melakukan penandatanganan nota kerja sama (MoU) dengan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) untuk mendukung operasional bandara di Kertajati yang dijadwalkan akan beroperasional awal 2018, Senin 13 Februari 2017. Penandatanganan dilakukan di Kantor BIJB Kertajati, Majalengka.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh langsung Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra dengan Dirut PT Jasa Angkasa Semesta Aji Gunawan. Virda mengatakan, keterlibatan PT JAS dalam melakukan penerbangan di Bandara Kertajati ini akan semakin memperbanyak perusahaan yang terlibat melakukan penerbangan di BIJB.

“Bandara-bandara di Indonesia saat ini slotnya sudah penuh seperti halnya Soekarno-Hatta, Denpasar, dan sejumlah bandara lainnya, dengan hadirnya BIJB ini akan menjadi sangat strategis untuk memindahkan beban penumpang terutama dari Bandara Soekarno Hatta,” ungkap Virda.

Bandara di Kertajati ini, BIJB tak sekadar membangun bandara, namun membangun kawasan perekonomian lainnya yang diharapkan BIJB akan menjadi pusat perekonomian baru Jawa Barat wilayah timur. Majalengka akan menjadi pusat ekonomi baru khususnya di timur Jawa Barat.

Menurut Virda, semua arus lalu lintas di BIJB terintegrasi dengan baik. Salah satunya adalah lalu lintas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), tol Cisumdawu yang sebentar lagi terwujud, selain moda transportasi kereta api yang tengah dibangun. Dan jalan akses menuju BIJB juga akan dibangun dua jalur yakni jalur tol dan nontol.

Sebelumnya, PT BIJB juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan penerbangan antara lain Garuda, Citylink, Sriwijaya Air, Air Asia, dan sejumlah perusahaan penerbangan lainnya termasuk perusahaan asing.

Dirut Utama PT JAS Aji Gunawan mengatakan, sebagai ground handling, perusahaannya berpengalaman sejak 1984 saat Bandara Soekarno Hatta dioperasikan. Saat ini, PT JAS ada di 13 bandara dan menangani 30 maskapai internasional. “Dengan 3.600 karyawan kami menyiapkan dan melayani sesuai tuntutan standar internasional airlines,” ungkap Gunawan.

Dia menyebutkan, beban Bandara Soekarno Hatta sudah sangat berat dan saat ini ada 60 juta penumpang per tahun di bandara tersebut. Pertumbuhan kargo di Bandara Soekarno Hatta juga sudah 1 juta ton dan beban itu bisa dialihkan ke Bandara Kertajati. 

Seharusnya, kata dia,  alternatif airport Bandara Soekarno Hatta ini sudah dilakukan sejak 5-6 tahun yang lalu. Makanya Bandara Kertajati diharapkan akan menjadi sumber ekonomi di Jawa Barat terutama untuk logistik, untuk multimoda ideal karena dekat dengan jalan tol, akses kereta api dan pelabuhan. 

“Moda pertumbuhan udara sudah demikian hebatnya dan saya menyambut baik sekali adanya BIJB ini dan kami akan berusaha memenuhi kebutuhan konsumen akan transportasi udara di Kertajati ini,” kata Gunawan.***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/02/13/bijb-ikat-kontrak-dengan-pt-jas-393374 (14 Februari 2017 / 11.26 WIB)