Pos

GMR Group (India) Tertarik Untuk Berinvestasi di Bandara Kertajati

Bandung, 2 Juli 2015. GMR Group sebuah perusahaan dari India yang bergerak di bidang infrastuktur berkunjung ke kantor PT. BIJB. Kunjungan ini pun disambut dengan hangat oleh Direktur Utama PT. BIJB Virda Dimas Ekaputra dan Direktur Keuangan dan Investasi Jenal Kaludin. Pertemuan yang diselenggarakan di ruang meeting Kertajati itu pun dimulai dengan presentasi dari GMR Group untuk memperkenalkan perusahaannya lebih terperinci. CEO dari GMR Group, Puvan Sripathy mempresentasikan pencapaian yang sudah didapatnya selama ini, antara lain pembangunan Mactan-Cebu International Airport, pembangunan Hyderabad International Airport, dan pembangunan Delhi International Airport.

Selanjutnya giliran PT. BIJB untuk mempresentasikan perusahaannya. Secara garis besar kedua perusahaan sudah dapat memahami maksud dan tujuannya masing-masing. GMR Group tertarik untuk berinvestasi untuk membangun Bandara Kertajati. Namun dari pihak PT. BIJB masih menimbang untuk bekerja sama dengan GMR Group mengingat bandara-bandara yang dibangun oleh GMR Group selama ini tidak termasuk sebagai 10 Bandara Terbaik. Tentunya PT. BIJB menginginkan untuk bekerja sama dengan perusahaan infrastruktur yang terbaik, agar nantinya Bandara Kertajati dapat menjadi kebanggaan rakyat Jawa Barat. (dhey/PR)

Pertemuan PT. BIJB Dengan Bank Untuk Pembahasan Rencana Kredit Sindikasi

Bandung, 25 Juni 2015. Pertemuan kembali diadakan antara PT. BIJB dengan bank untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana kredit sindikasi. Pertemuan yang dilaksanakan di kantor PT. BIJB jalan Maulana Yusuf no 3 Bandung ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dari pukul 16.00 hingga pukul 18.00. Sampai saat ini belum ada hasil final dari rencana kredit sindikasi tersebut, dan kemungkinan akan dilaksanakan pertemuan di lain waktu untuk pembahasan lebih lanjut. (dhey/PR)

Buka Puasa Bersama Karyawan PT. BIJB

Bandung, 25 Juni 2015. Tidak terasa di bulan Ramadhan ini kita sudah menunaikan ibadah puasa di hari ke 8. Pada kesempatan ini karyawan PT. BIJB mengadakan acara buka bersama. Acara yang digelar sederhana ini disponsori oleh karyawan PT. BIJB sendiri. Makanan yang tersedia merupakan masakan karyawan wanita, dengan menu yang sangat beragam mulai dari bubur pacar, candil, sop buah, gorengan, dan menu makanan utama yaitu ikan asin, sop sosis, dan tumis kangkung. Diharapkan acara buka bersama ini akan mempererat kebersamaan antara karyawan PT. BIJB.

Solat Dzuhur Bersama dan Tausiyah Bergilir Karyawan PT. BIJB

Bandung, 24 Juni 2015. Dalam mengisi waktu istirahat selama bulan Ramadhan, PT. BIJB mengadakan kegiatan tersendiri. Pada pukul 12.00 karpet mulai digelar di ruangan tengah kantor PT. BIJB, sementara itu karyawan bergiliran untuk mengambil wudhu. Setelah semua karyawan berkumpul dimulailah solat dzuhur berjamaah, yang dilanjut dengan tausiyah. Yang unik dari tausiyah ini adalah semua karyawan laki-laki PT. BIJB akan mendapatkan giliran untuk memberikan tausiyah. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat karyawan PT. BIJB selama bulan Ramadhan sekaligus meningkatkan pengetahuan agama islam. (dhey/PR)

Acara Menyambut Bulan Ramadhan PT. BIJB

Bandung, 12 Juni 2015. Sebuah acara digelar oleh PT. BIJB untuk menyambut bulan Ramadhan 1436 H. Acara yang diadakan di kantor PT. BIJB jalan Maulana Yusuf no. 3 pada tanggal 12 Juni 2015 tersebut bertujuan agar para karyawan dapat mengenal lebih dekat  jajaran komisaris dan direksi. Hadir pada acara tersebut bapak Soenaryo Yosopratomo, Bapak Tulus Pranowo serta Bapak Aang Hamid Suganda selaku jajaran komisaris PT. BIJB. Dalam acara tersebut jajaran komisaris dan direksi diminta untuk memberikan sambutan singkat tentang background masing-masing. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, makan malam, dan diakhiri dengan acara tukar kado antar karyawan. (dhey/PR)

Kunjungan PT. BIJB ke TAV Group, Turki

Turki, 22 Juni 2015. Dengan mengandalkan aksesibilitas yang dimiliki oleh Bandara Kertajati, seperti: -Tol Cisumdawu, revitalisasi dan pembangunan rel kereta api Bandung-Cirebon via kertajati, dan terkoneksinya Kertajati Aerocity dengan Cirebon Seaport.

BIJB mempunyai konsep yang jelas mengenai pengembangan bandara udara, yakni mengusung konsep aerotropoils. Dimana airport planning, urban planning, dan bisnis planning direncanakan tidak terpisahkan. Dan dukungan dari pemerintah pusat, dimana telah selesainya pembangunan runway 2500 m dan akan diperpanjangnya runway I di tahun 2015 sampai 3000 m.

Hal yang menjadi salah satu acuan bagi TAV untuk melakukan kerjasama dengan PT. BIJB, TAV adalah  jajaran dewan komisaris dan direksi PT. BIJB yang merupakan orang yang telah lama berkecimpung di dunia kebandarudaraan, seperti: Pak Sunaryo (Mantan Dirjen Perhubungan Udara), Pak Tulus (Mantan Direktur Operasi Angakasa Pura II), dan Pak Yon Sugiono yang telah menjadi bagian dari Angkasa Pura II selama 30 tahun.

TAV tertarik untuk berinvestasi di Bandara Kertajati dan bekerja sama dengan PT. BIJB dan Angkasa Pura II, TAV akan melakukan kunjungan ke PT. BIJB untuk menindaklanjuti pertemuan di Istanbul, Turki. Kunjungan akan membahas draft MOU, antara TAV, BIJB & AP II.

Konferensi Wadah Komunitas Bandara, Indonesia & ASEAN 2015

Bali, 18 & 19 Juni 2015. Perkumpulan industri di mana pejabat pemerintah daerah dan tokoh Bandara datang untuk merancang, merencanakan, membangun dan meng-upgrade bandara masa depan mereka. Acara ini akan membahas masa depan infrastruktur bandara dan operasi di negara Indonesia dan ASEAN.

M. Adhisukma memberikan pidato dan presentasi di acara tersebut mewakili PT. BIJB mengenai manajemen bandara dan aerocity.

Perkiraan lalu lintas udara untuk Indonesia memproyeksikan jumlah penumpang tahunan akan meningkat dari 100 juta pada tahun 2014 menjadi lebih dari 358 juta pada tahun 2025, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 8,5%. Dengan banyak bandara internasional, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara Internasional Juanda (Surabaya) beroperasi pada 200-300% di atas kapasitas. Kementerian Perhubungan berencana membangun 62 bandara baru dalam lima tahun mendatang. AP I, mengelola bandara di wilayah timur negara itu, diatur untuk memperluas tiga bandara ramai selama lima tahun ke depan. Studi kelayakan yang saat ini sedang menyelesaikan untuk setiap proyek dan berencana untuk bekerjasama dengan mitra internasional untuk membangun fasilitas bandara yang lebih baik. AP II dialokasikan Rp 26,2 Triliun untuk mengembangkan Soekarno-Hatta antara tahun 2010 dan 2016. BAPPENAS memperkirakan USD 15 miliar antara tahun 2015 dan 2019 untuk mengembangkan dan meningkatkan sektor bandara. Oleh karena itu, MOT mengumumkan kontrak manajemen bandara regional untuk sektor swasta di bawah kemitraan publik-swasta (PPP).

Seperti rencana pembangunan bandara dan perluasan telah diintensifkan, sehingga tantangan dalam industri bandara Indonesia, yang muncul dalam pembangunan bandara dan operasi, keberhasilan skema PPP masih sangat minim, masalah dengan pembebasan lahan yang disebut sebagai salah satu merintangi utama untuk perluasan bandara dan pembangunan, perkembangan kota bandara sekitar bandara regional meskipun fakta bahwa konsep kota bandara benar-benar hanya berlaku untuk bandara dari ukuran minimum dan ruang lingkup di Indonesia, meningkatkan investasi dalam manajemen lalu lintas udara, meningkatkan sistem ATM dan mengurangi kecelakaan Harga juga telah menjadi masalah utama untuk memecahkan, peningkatan keselamatan, keamanan untuk industri penerbangan dengan inovasi teknologi juga merupakan tantangan bagi sektor bandara Indonesia.

Negara lain seperti Vietnam, Filipina, Myanmar, Malaysia, Thailand di ASEAN juga mengalami tantangan ini. Khususnya di Vietnam, mengamankan peralatan dan layanan yang inovatif menjadi penting sebagai bandara mencari solusi untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi dan meningkatkan tingkat layanan.

Bandara Komunikasi Platform, Indonesia & ASEAN 2015 menyatukan platform unik, konferensi 2-hari akan menjadi konferensi perakitan lebih dari 160 peserta dari pemerintah pusat dan daerah, perusahaan yang beroperasi bandara, memimpin penerbangan, perusahaan konstruksi dan teknik, dan perusahaan keuangan, internasional perusahaan pengembangan bandara dan produsen peralatan.